Quote:

Sumber : tribunnews
Quote:
TELENEWS.ID – Pantai Pohon Batu di Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, mendadak ramai dikunjungi warga yang ingin mendulang emas.
Hal ini berawal dari tiga orang kakak beradik yang menemukan material emas dan menceritakan hal tersebut pada warga di sekitar rumahnya. Hal ini membuat warga langsung antusias bergerak ke Pantai Pohon Batu untuk mendapatkan emas serupa. Hanya berbekal alat seadanya, seperti sekop dan ember, warga beramai-ramai mendulang emas di tepi pantai.
Saat itu Syarifah mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan material emas. Namun ternyata ada juga warga yang sudah rutin mendapatkan material emas dari pantai tersebut, seperti Latif Selanno, warga Tamilouw yang mengaku sudah mulai mendulang emas di sana sejak 2019 lalu.
Latif mengaku sudah mendapatkan 100 gram emas. Latif mengaku, jika mendulang dengan tekun maka setiap harinya ia bisa mendapatkan satu hingga dua gram. Namun ini baru material emas, belum bongkahan emas yang bisa dijual dengan harga tinggi. Begitupun Tuasikal Abua, Bupati Maluku Tengah, yang mengatakan temuan emas ini sudah ada sejak dahulu. Sudah banyak warga Desa Tamilow yang mendulang emas setiap harinya disana dengan cara tradisional.
“Jadi begini, ini bukan hal baru lagi disana (Pantai Pohon Batu). Temuan emas di Tamilow sudah ada sejak tujuh tahun lalu, semua warga juga tahu,” ujar Abua. Abua menjelaskan memang ada potensi emas di Pantai Pohon Batu. Namun aktivitas mendulang jadi semakin ramai setelah viral beberapa waktu lalu.
Namun sayang setelah viral Pantai Pohon Batu mendadak ramai dan muncul lubang-lubang besar. Hal ini diakibatkan oleh penambangan skala besar dengan menggunakan mobil truk bak terbuka yang membawa pasir dari pantai tersebut. Hal ini membuat Abua kecewa dan kembali mengimbau masyarakat yang ingin mendulang emas untuk dilakukan secara tradisional saja. Jika ada banyak lubang-lubang besar, maka bisa terjadi kerugian besar akibat abrasi.

Sumber : jalantikus.com
Quote:
Menanggapi fenomena temuan emas yang viral tersebut membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut memberikan analisis secara ilmiah. Hal ini dikemukakan oleh Iwan Setiawan, salah satu peneliti madya LIPI yang membenarkan temuan butiran emas tersebut adalah emas murni atau native gold.
“Kalau itu yang ada (di Pantai Pohon Batu) memang bisa emas. Ini emas murni.
Bukan cuma disitu, ini juga ada di Selatan Pulau Seram dan Pulau Buru. Sumber emasnya dari bantuan magmatik yang sebelumnya jadi sumber endapan emas,” ujar Iwan pada Selasa (23/3/2021). LIPI memang belum melakukan penelitian lebih lanjut. Namun jika sumbernya sama seperti di Pulau Buru dan Pulau Seram, maka ini merupakan batuan metamorf yang berubah bentuk dari batuan aslinya.
Proses perubahan menjadi emas ini terjadi karena adanya pergeseran lempeng bumi yang menyebabkan beberapa jenis batuan akan mengalami perubahan. Hal ini bisa terjadi karena proses pertukaran ion yang berkumpul dalam satu batuan ubahan. Batu tersebut kemudian mengalami erosi dan mengendap.
Temuan butiran emas di Pantai Pohon Batu tersebut diprediksi karena adanya pecahan dari endapan batuan tersebut. Hal inilah yang membuat emas dalam bentuk butiran, bukan bongkahan seperti halnya penambangan emas. Hingga saat ini aktivitas mendulang emas secara tradisional masih terus dilakukan warga yang ramai datang dari beberapa wilayah sekitar. Belum ada larangan dari pihak terkait, baik dari kepolisian atau pemerintah daerah (pemda) setempat.
Namun jika hal ini terus dibiarkan, ekosistem laut akan rusak dan menyebabkan bencana alam yang terjadi akibat ulah keserakahan manusia. (Chairunisa)
untuk sumbernya tekan link dibawah ini 

You must be logged in to post a comment Login