JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengimbau agar masyarakat yang mengalami gejala omicron segera lakukan swab antigen. Dengan tujuan mencegah dampak terburuk dari Covid-19.
Menurutnya memang ada potensi untuk terjadinya klaster atau penyebaran untuk varian Omicron. Sebab masyarakat banyak yang menganggap remeh gejalanya, karena dinilai lebih ringan dari varian sebelumnya. Padahal sakitnya juga luar biasa.
“Jika merasakan gejala batuk pilek sakit tenggorokan ada demam, menyerupai flu sebaiknya dilakukan antigen (test swab) sesegera mungkin,” kata dr Reisa, Senin (21/2/2022)
Dia menerangkan bahwa gejala yang umumnya dirasa antara lain seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan atau flu, demam. Bisa menjadi gejala yang bisa diketahui oleh pasien Omicron.
Kendati demikian, ia pun menyarankan agar masyarakat yang hasil swabnya positif dengan gejala ringan. Bisa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
“Secara klinis yakni pasien itu berusia maksimal 45 tahun, tidak memiliki komorbid dapat mengakses kalau medicine atau pelayanan kesehatan lainnya. Serta berkomitmen untuk tetap melakukan isoman sebelum diizinkan keluar,” sambung dr Reisa.
Guna memenuhi syarat rumah untuk isoman, wajib memiliki kamar dan kamar mandi yang terpisah dengan anggota keluarga lainnya. Lalu memiliki alat pengukur kadar oksigen (Oximeter).
BACA JUGA: Lonjakan Kasus Covid-19 Omicron Melebihi Delta, Kemenkes Dorong Perkuat Prokes di Ruang Publik
“Harus memiliki kamar yang terpisah atau lantainya terpisah, kamar mandi dalam rumah juga terpisah dengan anggota atau konsumen lainnya. Memiliki diameter pengukuran oksigen untuk perawatan dirumah, juga mengikuti anjuran dan instruksi dari tenaga kesehatan (obat-obatannya, dan berkonsultasi),” jelasnya.
(DRM)

You must be logged in to post a comment Login