JAKARTA – Board of Director Taman Safari Indonesia Group Aswin Sumampau membagikan kisahnya menjalani bisnis kebun binatang. Menurutnya bisnis ini sangat sulit karena banyak hal yang mesti disiapkan.
Pertama, harus mempelajari lebih dulu asal-usul hewannya. Kedua, membuat keaslian tempat untuk genetik dari satu hewan.
“Jadi kalau di kebun binatang itu disiapkan program-program. Enggak bisa begitu saja kita taruh hewannya. Itulah kalau mendalami bisnis kebun binatang itu lebih sulit dibanding yang kita lihat,” ujarnya dalam acara Chief Talk e-Kompas.ID, Rabu (18/9/2024).
Meski demikian, Aswin mengaku, bahwa bisnis ini akan terus berkembang. Pasalnya, potensi wisata alam di Indonesia masih sangat besar kebutuhannya.
“Kalau kita melihat sebenarnya wisata alam itu masih sangat dibutuhkan semua masyarakat. Jadi aku melihat orang tua ingin memiliki opsi khususnya wisata berhubungan dengan alam. Nah kita di Taman Safari memastikan itu agar para wisatawan bisa sampai di tempat kita dengan baik,” ujarnya.
Taman Safari Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1980 di Cisarua, Bogor. Pembangunannya diinisiasi oleh Grup Oriental Sirkus Indonesia, yang melihat potensi besar dalam mengembangkan wisata berbasis satwa.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya
Follow WhatsApp Channel e-Kompas.ID untuk update berita terbaru setiap hari


You must be logged in to post a comment Login