About Newsmax

Newsmax

Newsmax is a WordPress Theme with hundreds of features to let you build any kind of website. Newsmax has everything you need to create your news, magazine and blog website within next few hours!

Headline

Cinta Ken Arok Bersemi untuk Ken Dedes di Lokasi Ini, Begini Kondisinya Sekarang : e-Kompas.ID Nasional



AIR di telaga Situs Patirtan Watu Gede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang begitu menyejukkan. Kesejukan menjalar dari air telaga dan rindangnya pepohonan besar.

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono menyebut sebagai air suci. Sumber air di situs ini sangat diskralkan sehingga disebut sebagai patirtan.

“Patirtan Watu Gede ini, digunakan khusus untuk para ratu. Salah satu yang utama adalah untuk Puteri Ken Dedes,” ungkapnya.

Dalam kitab Pararaton bahkan disebutkan bahwa di sinilah pertama kali Ken Arok bertemu dengan Ken Dedes. Pertemuan itulah yang membuat Ken Arok akhirnya jatuh cinta kepada Ken Dedes.

Selain menjadi media penting pertemuan antara Arok dan Dedes. Patirtan Watu Gede yang kini keberadaannya terus terhimpit oleh padatnya bangunan permukiman penduduk tersebut, di masa lampau juga sangat disucikan.

Penyucian sumber air oleh masyarakat masa lalu, menjadikan sumber air selalu lestari. Termasuk kawasan di sekitarnya. Tidak akan ada pembabatan hutan dan perusakan lingkungan di kawasan sumber air.

Baca juga: Rahasia Kecantikan Ken Dedes Bikin Ken Arok Jatuh Cinta, Bermula dari Melihat Betisnya

“Masyarakat masa lalu, menyadari betul air merupakan sumber kehidupan. Sehingga mereka menjaganya dengan baik,” tuturnya.

Dwi menyebutkan, hampir seluruh sumber air yang ada di wilayah lereng timur Gunung Arjuna. Di mana kawasan itu menjadi pusat Kerajaan Singhasari. Sumber air, selalu disakralkan dan dijaga kelestariannya.

Selain Patirtan Watu Gede. Masih ada patirtan Sumberawan, Sumbernagan, dan Kedung Biru yang berada di wilayah Kecamatan Singosari, dan Sumber Polaman, yang berada di wilayah Kecamatan Lawang.

Di Situs Sumberawan yang terletak di Desa Tirtomoyo, terdapat Candi Sumberawan yang berbentuk stupa tanpa puncak. Candi stupa satu-satunya di Jawa Timur tersebut memiliki ukuran panjang 6,25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m dan berada di ketinggian 650 mdpl.

Candi ini ditemukan pertama kali pada tahun 1845. Dikunjungi dinas purbakala Hindia Belanda pada tahun 1928 dan 1935. Pada tahun 1937 diadakan pemugaran.


Diduga, candi ini didirikan pada abad 14-15 masehi, pada masa periode Kerajaan Majapahit. Dwi menyebutkan, di sekeliling candi, banyak ditemukan mata air yang mengitari candi. Candinya sendiri, diduga didirikan setelah adanya kunjungan Raja Hayam Wuruk, sekitar tahun 1359 masehi.

“Kunjungan ini, juga disebut dalam Kitab Negara Kertagama. Kawasan ini disucikan, karena memiliki sumber air suci, sehingga candinya difungsikan untuk pemujaan,” terangnya.

Pensucian dan pensakralan kawasan sumber air oleh masyarakat di masa lampau, diakui Dwi, memiliki fungsi efektif dalam menjaga kelestarian sumber air. Air tetap terjaga hingga kini. Tetapi, ancaman perambahan hutan, pendirian bangunan, dan ulah manusia yang serakah, terus mengancam kelestarian sumber air suci ini.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan