Did You Know: Dimanakah Ujung Alam Semesta? : e-Kompas.ID Edukasi - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Did You Know: Dimanakah Ujung Alam Semesta? : e-Kompas.ID Edukasi



JAKARTA – Saat di sekolah, kita pernah mempelajari tata surya. Tapi, tidak pernah diajarkan seberapa besar sebenarnya alam semesta. Jika dibandingkan dengan bumi, manusia itu sangat kecil dan bumi sangat besar. Namun, belum seberapa jika dibandingkan dengan jarak ke bulan. Kita akan butuh 3,8 juta lapangan sepakbola. Kalau naik mobil lewat jalan tol, kita baru akan sampai hampir setengah tahun kemudian.

(Baca juga: Alam Semesta Terus Mengalami Perluasan? Ini Penjelasan Alquran dan Sains)

Lalu bagaimana dengan Mars? Jika kita semut, jarak menuju Mars akan sepanjang 2,2 miliar lapangan sepak bola. Kalau naik mobil, akan butuh 2,5 abad lebih untuk sampe ke Mars. Itu baru Mars. Jika kita ingin ke ujung tata surya, sampai Neptunus. Kalau naik mobil akan butuh waktu 5000 tahun lebih, atau tak terhitung berapa generasi.

(Baca juga: LAPAN Bagikan Hasil Pengamatan Malam Langit Gelap, Ada Jupiter hingga Galaksi Bima Sakti)

Dilansir dari channel kok bisa? saat menembus keluar dari tata surya, kita akan bertemu dengan pesawat antariksa Voyager. Objek manusia paling jauh yang saat ini ada di luar angkasa.Voyager baru bisa dicapai 23,000 tahun dengan mobil, Voyager melaju begitu cepat, dengan 61,500 km per jam atau kecepatannya setara 192 kali lebih cepat dari mobil Ferrari. Dari sudut pandang Voyager, matahari terlihat seperti setitik bintang di angkasa. Meskipun setitik, kekuatan matahari masih bisa menarik jutaan komet dan benda langit lainnya, untuk membentuk wilayah yang dinamakan Oort Cloud.

Jadi, Dimanakah Alam Semesta ?

Dengan kecepatan Voyager yang gila, sejarahnya dia berhasil keluar dari tata surya dalam waktu 35 tahun. Namun, untuk Voyager bisa keluar dari Oort Cloud, dia butuh waktu sekitar 30,000 tahun. Oort Cloud ternyata hanyalah satu bagian dari wilayah yang bernama Local Interstellar Cloud. Dalam perhitungan di sini sudah tidak masuk akal jika menggunakan satuan kilometer . Tapi menggunakan pengukuran jarak yang nama kerennya adalah tahun cahaya.

Untuk bisa membayangkan tahun cahaya kita dapat meningat Albert Einstein, dia yang menemukan bahwa di dunia ini objek yang paling cepat adalah sesuatu hal yang dekat dengan kita, yaitu cahaya. Ya, tidak ada yang lebih cepat dari cahaya.

Meskipun dengan kecepatan 1 miliar kilometer per jam, cahaya masih membutuhkan waktu 4 tahun lebih untuk sampai di bintang paling dekat dengan kita yaitu, Alpha Centauri. Dan butuh waktu 30 tahun bagi objek tercepat di alam semesta ini, untuk bisa sampai ke ujung.

Ternyata galaksi Bima Sakti atau Milky Way yang super raksasa dengan triliunan planet dan bintang, hanyalah satu dari 54 galaksi berbeda yang ada di Local Group. Dan, Local Group sendiri hanyalah bagian yang sangat kecil dari Virgo Supercluster.

Di sini, ada lebih dari 2000 galaksi yang berisi bintang dan planetnya yang tidak terhitung. Masih belum sampai disini,Virgo Supercluster ternyata hanyalah bagian sangat kecil dari Laniakea Supercluster. Pada skala ini, tiap titik kecil yang kita lihat adalah galaksi. Ternyata Supercluster ini, hanyalah bagian yang bukan lagi kecil, tapi seperti debu di Observable Universe atau wilayah Alam Semesta yang bisa kita amati.

Di luar ini, tentunya masih ada lagi dan terus menjadi misteri, karena kita hanya bisa melihat bagian ini dari alam semesta. Yang kita tahu sekarang lewat Fisika, alam semesta di luar pengamatan kita, sedang bertumbuh terus, lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Banyak dari ilmuwan menduga, bahwa, semesta kita ini hanyalah satu bagian dari miliaran semesta besar lainnya. Yang saat ini, ujungnya, masih menjadi satu misteri besar yang belum terpecahkan.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *