JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melakukan pengurangan jumlah dewan komisaris dan direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini. Adapun jumlah komisaris saat ini berjumlah tiga dan direksi berjumlah enam.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, perubahan susunan dilakukan sesuai dengan usulan pemegang saham Seri A Dwiwarna atau Negara Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN.
“Ini sesuai usulan dari pemegang saham Seri A Dwiwarna dan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mempersiapkan Garuda menjadi sebuah perusahaan dengan tata kelola organisasi yang lebih agile, fokus, dan adaptif khususnya di tantangan pandemi Covid-19,” ujar Irfan dalam video conference usai RUPST Garuda Indonesia, Jumat (13/8/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Angkat Timur Sukirno Jadi Komisaris Utama Garuda Indonesia
Terkait alasan adanya pengurangan jumlah pengurus Perseroan, Irfan menyebut hal tersebut lebih tepat dijawab oleh Kementerian BUMN. Namun, untuk pengurangan direksi, secara pribadi dia berpendapat hal ini kemungkinan dilakukan dalam upaya pengurangan jumlah karyawan di maskapai plat merah tersebut.
“Ini mungkin sebuah upaya yang tak terhindarkan mengingat dari waktu ke waktu kita lakukan upaya-upaya pengurangan atau streamlining jumlah karyawan ini secara tidak langsung dan menciptakan komplikasi, tapi kita alam siap jalani ini,” kata dia.
Irfan menyebut, keputusan RUPST hari ini merupakan sebuah keputusan yang tidak mudah karena selama beberapa bulan terakhir ini Perseroan melewati masa pandemi dan turbulensi.
Baca Juga: Erick Thohir Pangkas Jumlah Direksi dan Komisaris Garuda
“Kami memahami bahwa ini bagian yang tak bisa terhindarkan dari sebuah proses organisasi khususnya untuk bapak wakil direktur utama Bapak Dony kami mengucapkan terima kasih atas dukungan ide-ide agar Garuda selalu bisa berdaya saing melalui leadership inisiative dan business government untuk menunjang perbaikan ekosistem industri penerbangan yang lebih solid,” ucapnya.
“Khusus untuk Bapak Mohammad Rizal Pahlevi, yang bersangkutan memimpin dengan sangat baik dalam diversifikasi bisnis untuk memastikan stabilitas pendapatan perusahaan di tengah penurunan angkutan penerbangan berjadwal akibat dampak pandemi baik melalui penerbangan charter, kargo, maupun perluasan penerbangan regional khusus kargo,” sambungnya.


You must be logged in to post a comment Login