Epidemiolog Sebut Kekebalan Komunal Picu Turunnya Kasus Covid-19 : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Epidemiolog Sebut Kekebalan Komunal Picu Turunnya Kasus Covid-19 : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan adanya penurunan kasus Covid-19 di wilayah aglomerasi Jabodetabek dan Surabaya Raya dikarenakan penurunan kasus konfirmasi harian dan juga rawat inap rumah sakit. Kemudian, kelonggaran pengetatan kegiatan masyarakat mulai diberlakukan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 14 provinsi konsisten catatkan penurunan kasus Covid-19. Kemudian 7 provinsi lain tercatat kasus hariannya sudah melandai.

Menurut Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo mengatakan menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia dikarenakan banyaknya masyarakat sudah memiliki kekebalan karena vaksinasi dan sudah terinfeksi secara alamiah.

“Meski vaksinasi baru dijalankan pada pertengahan Januari 2021, kekebalan komunal terjadi pasca banyaknya masyarakat kita terinfeksi gelombang pandemi varian delta di pertengahan 2021,” tutur Windhu menjelaskan dalam diskusi polemik MNC Trijaya via daring, Sabtu (26/3/2022).

Baca Juga:  Sebaran Covid-19 di 34 Provinsi Hari Ini, Jabar Penyumbang Terbanyak

Windhu mengungkapkan berkat kekebalan komunal tersebut memberikan sumbangsih menurunnya kasus aktif Covid-19 dengan tingkat kekebalan 86,6 persen pada seluruh masyarakat Indonesia. Kekebalan tersebut merupakan hasil kombinasi kekebalan vaksinasi dan masyarakat yang sudah terinfeksi dengan tanpa gejala.

“Padahal vaksinasi dosis lengkap baru mencapai 40 persen saat Desember 2021 se-Indonesia. Kenapa kekebalannya bisa 86,6 persen? Ini karena banyaknya yang terpapar Covid-19 secara alamiah,” ujarnya.

Oleh karena itu Windhu menegaskan strategi penekanan laju persebaran pandemi bukan lagi pengetatan aktivitas ataupun mobilitas. Tetapi dia menilai saat ini modal kekebalan yang perlu ditingkatkan mengejar target kekebalan hingga 100 persen.

“Jadi sekarang boleh beraktivitas di area publik, boleh melakukan perjalanan selama orang-orang yang beraktivitas dan bepergian jauh sudah berstatus aman. Sudah hijau kalau dalam aplikasi pedulilindungi. Sedangkan yang belum hijau, jangan keluar rumah dahulu,” tutur Windhu menjelaskan.

Baca Juga:  Update Covid-19 Hari Ini: 5.995.876 Orang Positif, 5.702.163 Sembuh dan 154.570 Meninggal

Windhu memaparkan penjelasannya melalui diskusi polemik Trijaya dengan tema ‘Mudik, Booster dan Masker’ dengan ditayangkan secara daring via akun facebok, youtube dan instagram MNC Trijaya pada pukul 10.00-12.00 WIB.

Selain Windhu, narasumber yang hadir adalah Ketua bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry Harmadi; Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi; Wali Kota Malang, Sutiaji; Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi; dan Pengamat Penerbangan dan Transportasi, Alvin Lie.


(Ari)

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID