Erick Thohir: Transformasi BUMN Perlu Waktu 10-15 Tahun : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Erick Thohir: Transformasi BUMN Perlu Waktu 10-15 Tahun : e-Kompas.ID Economy

[ad_1]

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan proses transformasi perusahaan negara membutuhkan waktu 10-15 tahun. Waktu yang cukup lama dibutuhkan agar transformasi BUMN bisa membuahkan hasil yang maksimal.

Dengan jangka waktu ini, program dapat dilaksanakan secara kontinuitas. Erick Thohir menyebut, transformasi perusahaan pelat merah tidak selesai dengan jangka waktu 5 tahun saja. Sehingga, penerapannya harus dilakukan secara berkesinambungan.

Dengan kata lain, gagasan transformasi perseroan harus dilanjutkan oleh Menteri BUMN berikutnya, berdasarkan peta jalan atau roadmap yang dirumuskan Menteri saat ini.

“Saya rasa tidak hanya di BUMN, kita itu selalu memikirkan agenda jangka pendek, sedangkan kalau kita mau kontinuitas yang sustain itu perlu waktu 10-15 tahun,” ujar Erick, ditulis Senin (6/5/2024).

“Berkali-kali Pak Tiko dan Saya bicara transformasi BUMN itu tidak selesai dalam waktu 5 tahun,” paparnya.

Sebagai perbandingan, Erick mengatakan China membutuhkan waktu hingga 18 tahun untuk bisa membuatnya menjadi lebih maju dan modern.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Karena itu, tidak masuk akal jika BUMN di Indonesia menghasilkan sebuah perubahan masif hanya dengan waktu yang jauh lebih pendek.

“China aja kalau kita benchmarking itu perlu 18 tahun. Kalau China aja yang sedemikian masif memperbaiki negaranya 18 tahun, saya rasa tidak mungkin BUMN indonesia cuma 5 tahun,” beber dia.

“Maka kita ada blueprint BUMN Indonesia ke 2034, 10 tahun ke depan, salah satunya adalah membuat ekosistem, salah satunya adalah sekarang ini namanya pupuk dengan pangan kita terpisah, ke depan akan kita satukan karena ini ekosistem tidak mungkin bicara pangan dengan pupuk, ini aja masih banyak terpisah,” jelas Erick

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID