Garuda Terseok-seok hingga Punya Utang Rp70 Triliun, Serikat Karyawan: Beban Masa Lalu : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Garuda Terseok-seok hingga Punya Utang Rp70 Triliun, Serikat Karyawan: Beban Masa Lalu : e-Kompas.ID Economy



JAKARTA – Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) buka-bukaan soal kondisi Garuda Indonesia saat ini yang mempunyai utang Rp70 triliun hingga bisnis terdampak pandemi Covid-19.

Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty mengatakan Garuda Indonesia tetap melakukan kegiatan operasional walaupun tingkat keterisian penumpang menurun drastis.

Tomy membenarkan jika Garuda Indonesia sudah memiliki beban masa lalu sebelum dampak Covid-19. Dirinya menyampaikan pemerintah harus turut andil dan bertanggung jawab dalam membenahi masalah tersebut.

“Kemerosotan terus terjadi lantaran perseroan tetap melakukan kegiatan operasional meskipun tingkat keterisian penumpang menurun drastis. Bahwa terkait dengan beban masa lalu, pemerintah harus ikut andil bertanggung jawab karena yang mengangkat jajaran dewan komisaris dan dewan direksi masa lalu adalah negara/pemerintah,” kata Tomy melalui keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, dikutip Jakarta, Minggu (19/9/2021).

Baca Juga: Utang Garuda Rp70 Triliun, Erick Thohir Akui Ada Kesalahan Bisnis di Masa Lalu

 

Untuk pendapatan perusahaan yang disebutnya menurun dan tidak sebanding dengan biaya operasional sehari-hari itu diakibatkan kebijakan manajemen terdahulu yang berujung pada meningkatnya beban utang, khususnya utang pengadaan armada dan mesin pesawat.

“Demikian juga lembaga audit (BPK dan BPKP) juga harus ikut bertanggung jawab karena selama ini mereka yang melakukan audit. Hal ini penting kami tegaskan agar semua pihak bisa memahami betul permasalahan Garuda Indonesia adalah bukan kesalahan dari karyawan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah sebagai pemilik 60,54 persen saham Garuda Indonesia sudah seharusnya memberikan perhatian dan dukungan penuh untuk menyelamatkan Garuda Indonesia.

“Sementara dari sisi internal, para karyawan Garuda Indonesia pun telah rela melakukan pemotongan gaji sebesar 30-50 persen, dan tetap bekerja profesional mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan,” tambahnya.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *