Connect with us

Nasional

Gaza Alami Kehancuran Setelah Serangan Israel

Gaza Alami Kehancuran Setelah Serangan Israel


Kepala Tim Investigasi PBB Untuk Mempromosikan Akuntabilitas Untuk Kejahatan Yang Dilakukan ISIS (UN Investigative Team to Promote Accountability for Crimes Committed by Da’esh) – disingkat UNITAD – hari Senin (10/5) mengumumkan bahwa berdasarkan penyelidikan independen dan tidak memihak, “ada bukti yang jelas dan meyakinkan” bahwa kejahatan yang dilakukan kelompok teroris ISIS terhadap warga Yazidi “jelas merupakan genosida.”

Dalam penjelasan pada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin (10/5) yang dilakukan secara virtual, Kepala UNITAD Karim Khan mengatakan timnya telah mencapai saat penting dalam dua prioritas penyelidikan utama, yaitu pembunuhan massal kadet dan personil militer yang tidak bersenjata di Tikrit Air Academy pada Juni 2014, dan serangan terhadap komunitas Yazidi di Sinjar.

Pengacara hak asasi manusia Inggris Karim Khan terpilih pada 12 Februari 2021 untuk menjadi jaksa baru Pengadilan Kriminal Internasional. (Foto: AFP)
Pengacara hak asasi manusia Inggris Karim Khan terpilih pada 12 Februari 2021 untuk menjadi jaksa baru Pengadilan Kriminal Internasional. (Foto: AFP)

Khan mengatakan tim itu dapat membuat laporan rinci tentang kekejian yang dilakukan ISIS, dan menegaskan bahwa kejahatan yang dilakukan ISIS terhadap komunitas Yazidi sangat mengerikan dan menghenyakkan hati nurani.

Khan memaparkan bahwa timnya berhasil mendapat atau memperoleh ribuan pernyataan terkait kejahatan terhadap komunitas Yazidi, dan hasilnya digabungkan dengan analisa komputer, catatan telpon, bukti-bukti di lapangan, analisa forensik dan pengenalan wajah. Ditambahkannya, UNITAD telah mengidentifikasi “sejumlah pelaku tertentu yang jelas bertanggungjawab melakukan genosida terhadap komunitas Yazidi.”

Khan menegaskan bahwa niat ISIS untuk menghancurkan Yazidi “secara fisik dan biologis terwujud dalam ultimatum yang diulangi di begitu banyak desa yang berbeda di Irak, yaitu untuk pindah agama atau mati.”

Melalui penyelidikan komprehensif terhadap sejumlah serangan ISIS pada kadet dan personel Angkatan Udara yang tidak bersenjata di Tikrit Air Academy, Khan mengatakan UNITAD menyimpulkan tindakan-tindakan ISIS merupakan kejahatan perang; yaitu dengan membunuh, menyiksa, melakukan tindakan kejam dan keji atas martabat pribadi.

Ditambahkannya, “tetapi melalui sebuah video yang dibuat dengan sengaja, tanpa perasaan, cukup mengesalkan, oleh ISIS pada Juli 2015, jelas menunjukkan bagaimana terjadinya kejahatan untuk menghasut publik secara langsung agar melakukan genosida. Orang tidak perlu mengkaji isi video itu – meskipun kami telah melakukannya dan memiliki pakar-pakar bahasa yang mengalisanya – tetapi judul video itu saja menunjukkan pengumuman ISIS: bunuh mereka di mana pun kalian mendapatinya.”

Para kombatan dari Unit Perlindungan Rakyat menembak drone yang dioperasikan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 16 Juni 2017. (Foto: Reuters/Goran Tomasevic)
Para kombatan dari Unit Perlindungan Rakyat menembak drone yang dioperasikan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 16 Juni 2017. (Foto: Reuters/Goran Tomasevic)

Khan juga melaporkan bahwa penyelidikan atas bukti-bukti di medan perang menunjukkan bahwa ISIS “mungkin secara unik – sebagai aktor non-negara – memiliki kapasitas untuk membuat dan menggunakan senjata kimia dan biologi.”

Dalam bagian terakhir penjelasannya pada Dewan Keamanan PBB sebagai Kepala UNITAD, Khan mengatakan tim penyelidiknya mengantisipasi selesainya beberapa laporan lain pada akhir tahun 2021, yaitu laporan kejahatan terhadap warga Kristen, Kaka’i, Shabak, Turkmen Syiah dan Sunni di Irak; juga pembantaian massal narapidana yang didominasi Syiah di penjara Badush. [em/pp]





Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement