MALANG – Partai Komunis Indonesia (PKI) sering membuat acara-acara untuk menarik perhatian masyarakat. Apalagi di wilayah Jawa Timur, terutama Malang beberapa hiburan dan parade kerap digunakan PKI sebagai propaganda agar menarik rakyat memilih partai ini.
Sejarawan Malang Faishal Hilmy menyatakan, bila setiap agenda rapat Akbar di beberapa daerah biasanya juga dirangkaikan dengan acara hiburan – hiburan. PKI tahu betul bagaimana menjaring potensi massa dari kalangan masyarakat bawah, apalagi beberapa masyarakat kalangan bawah kala itu masih belum melek huruf.
“Di setiap acara ada hiburan – hiburan, karnaval – karnaval agar menarik orang mencoblos partai ini, karena partai – partai yang kultural, latar belakang ideologis, latar belakang agama, dan sebagainya, memilih karena itu banyak pemilih masih buta huruf,” ucap Faishal Hilmy, dikonfirmasi pada Sabtu (30/9/2023).
Faishal melanjutkan, saat itu masyarakat masih awam dengan huruf pada umumnya. Justru masyarakat lebih familiar atau populer dengan huruf pegon. Maka untuk menjaring potensi pemilih di kalangan masyarakat bawah, PKI tak segan-segan membaur rapat-rapat Akbar yang meriah.
Selain itu mereka juga kerap menyebarkan brosur-brosur dengan menonjolkan logo partainya. Hal ini pula yang disebut Faishal, dilakukan di Malang dan sekitarnya.
“Mereka juga sangat aktif dalam menyebarkan selembaran – selembaran yang di setiap selembaran selalu menonjolkan logo partai yang lebih besar, daripada narasinya termasuk membuat karnaval-karnaval,” tuturnya.
“Setiap karnaval PKI yang ditonjolkan adalah simbol-simbol palu arit, karena masyarakat kita masih umumnya masih buta huruf latin, jadi orang yang tahu logonya ini familiar dilihat mata ya pasti akan dicoblos,” imbuhnya.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.


You must be logged in to post a comment Login