Hactiv8 Bantu Mencetak Programer Teknologi yang Dibutuhkan Indonesia : e-Kompas.ID techno - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Hactiv8 Bantu Mencetak Programer Teknologi yang Dibutuhkan Indonesia : e-Kompas.ID techno



DI era digital seperti saat ini, segala aspek kehidupan dijalankan secara komputerisasi. Maka itu, diperlukan talenta yang berkompeten, salah satunya programer teknologi. Inilah yang dilakukan Hactiv8 yakni membantu mencetak programer teknologi yang dibutuhkan Indonesia.

Hactiv8 adalah manifestasi ide dari seorang pria bernama Ronald Ishak. Ia memiliki tujuan mengubah pengembang teknologi pemula menjadi pengembang teknologi yang siap kerja.

Baca juga: Daftar 15 Merek HP yang Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp Per 1 November 2021 

“Hacktiv8 adalah sekolah yang saya impikan sejak saya menekuni bidang programming. Membuka diri untuk mau terus belajar dipadu dengan pola pikir problem solving dapat mempercepat proses pembelajaran. Tidak seperti belajar sejarah, programming adalah tentang membangun pola pikir untuk memecahkan masalah. Saya percaya jika seseorang ingin menjadi problem solver yang baik, mereka harus memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dan dengan rasa empati,” jelas Ronald.

Setelah merealisasikan idenya pada 2016, Ronald memiliki misi baru yang lebih besar. Kekurangan pekerja terampil di bidang Teknologi Informasi (IT) diperkirakan akan melonjak menjadi 3,8 juta pada tahun 2030 akibat pesatnya perkembangan teknologi dan akselerasi adopsi digital akibat pandemi covid-19. Hacktiv8 berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas yang dapat membantu talenta digital mendapatkan pekerjaan di industri teknologi.

Baca juga: Kominfo Investigasi Bocornya Data Aplikasi eHAC 

Kehadiran Hacktiv8 menegaskan penemuan yang dituturkan dalam East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021,di mana sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat menjadi tulang punggung ekonomi regional, khususnya ekonomi digital karena bisnis di sektor ini menyumbangkan nilai ekonomi yang signifikan.

Di sinilah Hacktiv8 dapat mengambil langkah untuk memperkecil kesenjangan antara talenta digital dan permintaan industri dengan secara aktif mencetak talenta digital berkualitas yang siap bekerja dan antusias dalam membuat perbedaan.

Operating Partner East Ventures David Audy mengatakan, “Sebagai negara besar dengan banyak peluang digital, Indonesia membutuhkan banyak tech engineer. Kurangnya lulusan dari program STEM (Science Technology Engineering Math) dan jumlah engineer yang rendah per 1 juta penduduk menjadi tantangan serius. Hacktiv8 hadir untuk mengisi kesenjangan talenta untuk mengatasi tantangan ini, tidak hanya dengan menghasilkan talenta terampil teknologi tetapi juga membantu mereka mendapatkan pekerjaan di sektor teknologi melalui kerja sama dengan semua stakeholder di industri.”

Ia melanjutkan, peran Hacktiv8 jelas berdampak positif terhadap lanskap daya saing teknologi Indonesia karena ketersediaan talenta berkemampuan teknologi juga merupakan salah satu faktor utama untuk meningkatkan skor EV-DCI.

Baca juga: Penasaran Isi Pesan WhatsApp yang Dihapus, Begini Cara Melihatnya 



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *