MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menegasan, di era volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity (VUCA) yang saat ini dialami oleh masyarakat secara global harus disikapi dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta memperkuat kolaborasi.
Hal itu kata dia, dikarenakan pengaruh besar dari pandemi Covid-19 yang mempercepat tranformasi ekonomi masyarakat. Selain itu, juga memberikan dampak terhadap perubahan pola perilaku seseorang.
Terlebih, lanjutnya, saat ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) tidak bisa lepas dalam memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang tinggi akan produk dan pelayanannya.
Kemudian kategori hotel, restoran, rumah makan, daya tarik wisata, arum jeram, hingga golf saat ini sudah tersertifikasi CHSE. Serta telah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.
(Foto: Kemenparekraf)
“Ini adalah bagian dari era volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA) dan tentunya ini harus kita sikapi dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya saat menghadiri Rakernas II PHRI Tahun 2022 secara virtual.
Lebih lanjut konsep 3G yang digaungkan Kemenparekraf harus diimplementasikan dengan baik, yakni Gercep, gerak cepat, Geber gerak bersama dengan PHRI, dan Gaspol garap semua potensi agar segera bangkit dan ciptakan peluang lapangan kerja.
Sementara, Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani mengatakan, bahwa fokus utama saat ini adalah bagaimana pelaku usaha dapat menciptakan pasar-pasar baru.

You must be logged in to post a comment Login