MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, salah satu kunci dalam pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia adalah dengan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf).
Sandi melihat sektor ekraf menjadi sektor penting selain ekonomi ekstraktif. Memajukan ekonomi kreatif sama halnya dengan membangun negeri secara menyeluruh karena dampak yang diciptakan sangat signifikan.
“Di antaranya mendorong penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat, peningkatan pendapatan dan ekspor, hingga menjadi media promosi keragaman budaya Indonesia melalui produk yang dihadirkan,” ujar Sandi dalam ‘Freeside Chat Session on Global Leadership Summit 2024′ di National Gallery Singapore, mengutip website resmi Kemenparekraf.

(Foto: dok. Kemenparekraf)
Data pada 2023 menunjukkan bahwa ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia sebesar USD24,32 miliar dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp1.414 triliun atau setara dengan USD94 miliar.
Angka tersebut dipengaruhi oleh tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan tanah air yakni kuliner, fesyen dan kriya.
Untuk memperkuat infrastruktur ekonomi kreatif dan memitigasi dampak dari perlambatan ekonomi global, pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf/Baparekraf melakukan sejumlah upaya di antaranya meningkatkan akses pembiayaan, meningkatkan manajemen IP (Intelectual Property), hingga menciptakan dan memperluas jejaring ekonomi kreatif.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya



You must be logged in to post a comment Login