Harga Minyak Naik 2%, Stimulus Covid-19 USD1,9 Triliun Jadi Harapan : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Bisnis

Harga Minyak Naik 2%, Stimulus Covid-19 USD1,9 Triliun Jadi Harapan : e-Kompas.ID Economy


NEW YORKHarga minyak melonjak lebih dari 2% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) atau mencapai level tertinggi. Harga minyak naik di tengah harapan stimulus AS yang dapat meningkatkan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Di sisi lain, harga minyak juga mendapat sentimen positif ketika negara-negara produsen utama minyak mengetatkan pasokan terutama karena pemotongan produksi.

Baca Juga: Harga Minyak Terjun Bebas, Covid-19 Jadi Biang keladi

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik USD1,29 atau 2,1% menjadi ditutup di USD62,43 per barel, setelah mencapai puncak sesi di USD62,83 level tertinggi sejak 22 Januari 2020. Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik USD1,23 atau 2,1% menjadi USD59,47 per barel, setelah menyentuh tertinggi sesi di USD59,82 atau tingkat tertinggi sejak 9 Januari 2020.

Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan kelompok bipartisan para walikota dan gubernur untuk mendorong persetujuan rencana bantuan virus corona senilai USD1,9 triliun guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu jutaan pekerja yang menganggur.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 9 Hari Berturut-turut, Kian Mahal Nih Sob

“Harapan stimulus AS dan kemajuan vaksin yang sedang berlangsung kemungkinan akan mempertahankan selera terhadap aset-aset berisiko dalam menawarkan dukungan ke pasar minyak,” kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, dikutip dari Antara, Sabtu (13/2/2021).

Harga minyak telah meningkat selama beberapa pekan terakhir, terutama karena pengurangan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu dalam kelompok OPEC+

“Harga minyak menahan kenaikan baru-baru ini minggu ini, didukung oleh tanda-tanda lebih lanjut bahwa stok minyak mentah, terutama di AS, sedang jatuh,” kata Analis Capital Economics.

“Kami mengantisipasi bahwa persediaan akan turun lebih lanjut tahun ini karena permintaan bahan bakar transportasi meningkat seiring dengan pelonggaran pembatasan terkait virus pada perjalanan.”

Namun, OPEC minggu ini menurunkan ekspektasi untuk permintaan minyak global pulih pada 2021, memangkas perkiraannya sebesar 110.000 barel per hari (bph) menjadi 5,79 juta barel per hari.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *