Hasutan Sunan Kudus Konon Buat Kesultanan Demak Diserang Arya Penangsang : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Hasutan Sunan Kudus Konon Buat Kesultanan Demak Diserang Arya Penangsang : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

 

JAKARTA – Pergolakan internal di Kesultanan Demak terus terjadi pasca Pati Unus wafat. Konon pergolakan internal dengan perebutan kekuasaan itu juga melibatkan Sunan Kudus. Memang semenjak Pati Unus meninggal, putra-putra Raden Patah sang pendiri Kesultanan Demak itu cukup sering digoyang isu perebutan tahta antara keluarga.

Sunan Kudus kala itu konon juga pernah terlibat dalam hasutan kepada Arya Penangsang Jipang agar membalas kematian ayahnya Raden Kikin alias Pangeran Seda Lepen. Beragam informasi muncul bahwa kematian Raden Kikin itu akibat dibunuh oleh Sunan Prawoto.

Bisikan Sunan Kudus kepada Arya Penangsang bila Sunan Prawoto bisa disingkirkan oleh Arya Penangsang maka ia dapat menjadi Sultan Demak. Alhasil Arya Penangsang termakan oleh Arya Penangsang, yang memang berguru pada Sunan Kudus.

Sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam” menuturkan bagaimana akhirnya informasi ini cocok dengan berita kronik dari Tionghoa dari Klenteng Semarang. Dimana pada tahun 1546, ketika Muk Ming atau Sunan Prawoto ditahbiskan menjadi Sultan Demak akibat kematian Sultan Tung Ka Lo atau Sultan Trenggono secara mendadak, Arya Jipang menggerakkan tentaranya ke Demak.

Pada waktu itu, Demak sedang kosong. Armada Demak masih bergerak di kepulauan Indonesia Timur. Arya Penangsang Jipang menyerbu kota Demak. Seluruh kota Demak dibakar. Hanya Masjid Agung yang tetap selamat.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Tentara Demak terdesak mundur sampai Semarang dalam kejaran tentara Jipang. Akhirnya, tentara Demak menyingkir ke galangan kapal, tetapi terus dikejar. Galangan kapal berhasil dikepung dari pelbagai penjuru. Kota Semarang termasuk galangan kapalnya, dibumihanguskan.

Konon hanya klenteng dan masjid tinggal selamat. Sultan Muk Ming alias Sunan Prawata, yang baru saja ditahbiskan jadi Sultan gugur. Selain Sultan Prawata jatuh pula ratusan korban para pengikutnya. Penyembelihan orang-orang Tionghoa berlangsung secara kejam. Putra sultan Muk Ming juga ikut menjadi korban.

Dengan jatuhnya Muk Ming, sengketa antara keluarga belum selesai. Arya Penangsang Jipang belum berhasil menjadi sultan Demak, mewarisi kekuasaan Jin Bun atau Raden Patah. Jaka Tingkir dari Pajang, menantu Sultan Trenggana, yang masih merupakan penghalang. Ia pun perlu disingkirkan.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID