Heboh Pembangunan Toilet SMP di Pangkep Habiskan Dana Setengah Miliar : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Heboh Pembangunan Toilet SMP di Pangkep Habiskan Dana Setengah Miliar : e-Kompas.ID News

[ad_1]

 

PANGKEP – Salah satu sekolah menengah pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendadak viral di media sosial gara-gara pembangunan toilet dengan anggaran sekira setengah miliar rupiah.

SMP Negeri itu berada di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Yang menghebohkan warga, pembangunan toiletnya yang menelan anggaran Rp495,2 juta.

Bahkan, toilet seharga setengah miliar itu hingga kini masih dalam tahap pengerjaan. Pembangunan 3 toilet itu masing-masing berukuran 9×7 meter dengan memiliki tiga bilik di dalamnya.

Bangunan toilet itu dikombinasikan berwarna biru dengan pemasangan keramik masing-masing unit tersedia toilet untuk pria, wanita, hingga toilet penyandang disabilitas ruang ganti dan wastafel.

Diketahui, jumlah siswa di SMP Negeri 1 Bungoro itu sebanyak 803 orang dengan jumlah guru dan pegawai berjumlah 104 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Pangkep Sabrun Jamil pun angkat bicara. Dia menegaskan, anggaran untuk pembangunan 3 toilet SMP Negeri 1 Bungoro itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN tahun 2023.

“Saat ini pembangunan toilet masih dalam tahap akhir, diperkirakan rampung pada Desember 2023,” ujarnya.

Menurutnya, dibangunnya toilet sebagai salah satu konsep pendidikan yang inklusif juga merujuk pada petunjuk teknis yang dikeluarkan Direktorat Pendidikan terkait pembangunan jamban.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Penentuan penerima manfaat untuk satuan pendidikan dilihat dari data pokok pendidikan atau dapodik jumlah siswa serta ketersediaan lahan untuk pembangunan juga menjadi poin penting.

Sabrun menjelaskan, pembangunan itu juga demi menciptakan lingkungan pendidikan inklusif ramah terhadap pembelajaran serta ketersediaan fasilitas toilet.

“Sekolah diminta menjadi sekolah ramah anak dan sekolah inklusif. Sekarang siswa yang berkebutuhan khusus tidak harus lagi menempuh pendidikan di sekolah luar biasa (SLB) mereka juga kini bisa bersekolah di sekolah umum,” tuturnya.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID