Isu Rangka eSAF Keropos Tak Ganggu Penjualan Motor Bekas di Pasaran : e-Kompas.ID Otomotif - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Isu Rangka eSAF Keropos Tak Ganggu Penjualan Motor Bekas di Pasaran : e-Kompas.ID Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Kasus rangka eSAF (enhanced Smart Architechture Frame) milik Honda dituding mudah berkarat dan keropos. Tapi masalah itu ternyata tidak berpengaruh bagi penjualan motor bekas.

Sekadar informasi, rangka eSAF pertama kali digunakan di skuter matik Honda Genio pada 2019 lalu. Kemudian, itu jadi platform bersama yang juga dipasang pada Honda BeAT, BeAT Street, Scoopy, dan model terbaru Vario 160.

Setelah empat tahun berjalan, skutik Honda yang menggunakan rangka eSAF juga banyak beredar di pasar motor bekas. 

Head of Digital Business Adira Finance, Edwin Kartawinata, mengatakan di platform Momotor, penjualan motor dengan rangka eSAF cukup tinggi.

“Berdasarkan data dari Momotor, ternyata masih (jual motor rangka eSAF). Saya tidak mau berkomentar banyak dari eSAF, tapi dari sisi kami Momotor isu tentang rangka eSAF itu tidak berdampak ke penjualan motor di Momotor,” kata Edwin kepada wartawan di Jakarta Utara, Jumat (1/8/2023).

Sebagai platform jual-beli motor bekas, Edwin mengatakan dengan adanya kasus rangka eSAF yang dituding berkarat tak membuat Momotor menyediakan inspeksi khusus. Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar dan juga berdasarkan permintaan konsumen.

“Bagi konsumen yang ingin melakukan tukar tambah itu memang kita pastinya kalau inspeksi itu bodi terus yang pasti pemakaian part fast moving seperti ban, kampas rem, tapi juga kerangka. Sebenarnya yang kita cek itu rangka ada karat atau tidak,” ujarnya.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

“Kita memang secara transparan kita cek kemudian pada saat itu kita hasil inspeksinya akan dilihat sendiri oleh si rekanan diler kami. Mereka yang melakukan penawaran, mereka yang memutuskan, jadi kami hanya meneruskan hasil dari inspeksi itu ke rekanan diler kami,” sambungnya.

Seperti diketahui, PT Astra Honda Motor (AHM) diminta untuk melakukan recall atau penarikan kembali motor yang menggunakan rangka eSAF. Namun, itu tak bisa dilakukan sembarangan karena belum ada hasil investigasi yang menyatakan kerusakan itu akibat kesalahan produksi.

Selain itu, garansi rangka eSAF yang hanya berlangsung selama satu tahun atau 10.000 km dianggap membuat konsumen merugi. Beredarnya rangka eSAF yang dijual mulai Rp1,1 juta juga dianggap Honda mengambil keuntungan dari kejadian tersebut.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID