JAKARTA – Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan angkat bicara soal kerugian negara sampai Rp20 triliun per tahun akibat rusaknya jalan raya jalur Pantura karena terlalu banyak dilintasi truk kelebihan kapasitas atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Yerry mengatakan, penanganan masalah di Jalan Panturan memerluka ketegasan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kepolisian untuk menindak truk ODOL yang melintas di Pantura.
“Pemerintah harus bertindak lebih tegas lagi mengawasi dan menindak truk-truk Odol yang melintas di jalur Pantura. Dinas Perhubungan dan Kepolisian tiap siang hari bahkan sampai malam perlu lakukan pengawasan ketat dan penindakan terhadap sopir-sopir truk odol yang bandel,” kata Yerry dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/11/2023).
“Kalau perlu truk dan muatannya disita saja sekalian. Karena ini selain untuk penghematan uang negara, juga untuk keselamatan kendaraan lain pengguna jalan jalur pantura,” tambah Yerry.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini menilai, kerugian negara Rp 20 triliun per tahun untuk memperbaiki jalur Pantura yang selalu rusak akibat dilalui truk-truk Odol harus segera dihentikan.
“Bagaimana cara menghentikan kerugian uang negara akibat harus selalu perbaiki jalur Pantura yang rusak? Yah truk-truk Odol itu yang harus dikandangkan, tidak boleh lalu lalang di jalur Pantura,” ujarnya.
Kerugian akibat rusaknya jalan raya jalur Pantura, lanjut Yerry, bukan hanya dialami Pemerintah tapi juga pengguna jalan yang lain. Mobil-mobil dan kendaraan lain akan cepat rusak jika melewati jalur jalan rusak dan berlubang di jalur Pantura.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


You must be logged in to post a comment Login