JAKARTA – Penyalahgunaan jalur sepeda di DKI Jakarta masih terjadi sampai saat ini. Di antara diganakan untuk parkiran motor, mobil, bajaj, hingga ojek online yang menunggu pelanggan.
Atas permasalahan tersebut, Ketua DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta Erlangga Putra mengatakan pemerintah setempat, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta perlu terus melakukan imbauan pada masyarakat terkait peruntukan jalur sepeda.
“Lebih ke arah imbauan agar masyarakatnya juga terketuk pintu hatinya,” ujar Erlangga dalam Podcast Aksi Nyata Perindo, dengan tema ‘Jalur Khusus Sepeda di Jakarta, Mubazir atau Bermanfaat Untuk Masyarakat?’, Selasa (3/1/2023).
Jika terus terjadi pelanggaran, apakah tidak sebaikanya jalur sepeda di Jakarta dihapus saja? Menjawab pertanyaan itum Erlangga mengatakan jalur sepeda harus tetap ada.
“Menurut ku harus tetap diadakan, karena di negara-negara maju sudah banyak jalur sepeda. lLebih baiknya dievaluasi lagi, misal daerahnya di mana, dan seperti apa peraturan-peraturannya harus dibuat pakem lagi,” tuturnya.
Sebab, sampai saat ini dia merasa sosialisasi yang dilakukan masih kurang.
“Kalau dari DPW Pemuda Perindo lebih pada ajakan ke masyarakat, kalau dulu kan mana ada car free day. Seiring berjalan waktu, kita terbiasa jalan sehat di sana. Lalu Stadion GBK, sekarang tiap pagi sore banyak yang olahraga. Nah, jalur sepeda juga bisa kalau sosialisi terus jalan, jadi karena terbiasa saja sih,” ujarnya.
“Dulu kita enggak terbiasa dengan naik bus Transjakarta, MRT. Akhirnya kita menggunakannya juga. Itu juga bisa dimasifkan sosialisasi untuk jalur sepeda,” imbuhnya.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News


You must be logged in to post a comment Login