MAKKAH – Jamaah haji lansia dan risiko tinggi (risti) menjadi prioritas pulang awal atau tanazul. Tahun ini, berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, lebih 61.000 lansia dari 209.782 jemaah haji 2023 tiba di Arab Saudi. Sedangkan angka jamaah risti berada di atas 70%
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan telah melakukan komunikasi dengan Petugas Pelayanan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memprioritaskan jemaah yang lansia bisa dipulangkan lebih dulu atau tanazul. “Saya kira ini juga baik untuk kesehatan jemaah haji lansia dan risti agar bisa kembali ke Tanah Air secepatnya,” kata Menag kepada Media Center Haji (MCH) di Jeddah, Kamis 6 Juli 2023.
Dikatakan Menag, selama memenuhi syarat untuk pulang akan lebih baik dibandingkan menunggu lebih lama di Arab Saudi yang cuacanya sangat ekstrem dan berbeda dengan kondisi di Indonesia. Menteri yang biasa dipanggil Gus Men itu mengatakan, peluang memulangkan jamaah lansia lebih cepat dari jadwal sangat terbuka karena kepulangan pasti ada seat kursi yang kosong.
Kursi kursi yang kosong tersebut yang nantinya diisi dengan jemaah lansia dan risti sesuai embarkasinya masing-masing. Menag juga meminta keluarga tidak perlu khawatir karena di pesawat ada petugas yang mendampingi, baik itu dari petugas kesehatan keloter atau derah dan kesehatan ppih.
“Jadi saya kira tak perlu dikhawatirkan keluarga di rumah. Didoakan saja supaya jemaah yg pulang terlebih dulu sehat dan selamat di Tanah Air,” tambah Menag.
Proses kepulangan jemaah haji gelombang pertama sudah berlangsung mulai 4 Juli 2023 melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Jamaah yang pulang ke Tanah Air adalah mereka yang telah menyelesaikan rangkaian program ibadah baik di Makkah atau di Madinah.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.


You must be logged in to post a comment Login