Connect with us

Headline

Jangan Takut Laksanakan Imunisasi Anak di Tengah Pandemi : e-Kompas.ID Lifestyle


SEJATINYA imunisasi merupakan hak dasar anak. Anak-anak berhak untuk tetap sehat dan tumbuh berkembang. Namun pandemi Covid-19 menyebabkan banyak hambatan bagi orangtua serta para dokter dan penyedia layanan kesehatan dalam melaksanakan pelayanan imunisasi.

Kementerian Kesehatan melaporkan, setidaknya 83,9% pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di Indonesia terhenti akibat pandemi.

 imunisasi

Wakil Menteri Kesehatan Kesehatan Dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD. Ph.D menjelaskan, pemerintah terus berupaya dalam mengimunisasi seluruh anak Indonesia. Imunisasi banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan anak hingga dewasa.

“Beberapa imunisasi juga berlaku untuk seumur hidup,” ujarnya dalam Webinar belum lama ini.

Memang, terang Wamenkes Dante, akibat pandemi Covid-19 target vaksinasi anak lewat imunisasi tidak tercapai. “Angka imunisasi dasar anak turun karena banyak ibu takut membawa anaknya untuk pergi imunisasi di tengah pandemi.”

Sebenarnya ibu-ibu, lanjutnya, tak usah takut membawa anak-anaknya untuk imunisasi asalkan mereka mematuhi protokol kesehatan ketat. Hal ini dilakukan dengan menjaga jarak, pakai masker, mencuci tangan saat vaksinasi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia, Prof. DR. Dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD-KAI, FACP menjelaskan, WHO mengingatkan, meskipun dalam masa pandemik, imunisasi penyakit yang bukan Covid tetap harus dijalankan dan dikejar cakupannya, jangan sampai menurun.

“Semua pihak baik tenaga kesehatan, pemerintah dan kita sendiri harus bekerjasama untuk hal ini,” ujarnya.

Penurunan cakupan imunisasi menyebabkan ribuan anak berisiko mengalami kenaikan angka kejadian, komplikasi berat, hingga kematian akibat infeksi penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi seperti Campak, Gondongan, Rubela, dan Cacar Air. Untuk mencegah hal tersebut, UNICEF, IDAI, dan Kementerian Kesehatan menghimbau agar orang tua melengkapi dan tidak menunda imunisasi buah hatinya.

(DRM)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *