Jelang Turnamen di Eropa, Nova Widianto Ungkap Kondisi Bahu Praveen Jordan : e-Kompas.ID Sports - e-Kompas.ID
Connect with us

Jelang Turnamen di Eropa, Nova Widianto Ungkap Kondisi Bahu Praveen Jordan : e-Kompas.ID Sports


JAKARTA – Asisten pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI, Nova Widianto, mengungkapkan kondisi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti jelang menghadapi turnamen di Eropa pada Maret 2021. Sayangnya, persiapan keduanya sedikit terganjal karena Praveen masih menjalani pemulihan bahu.

Berdasarkan pernyataan Nova yang dilansir dari Tim Humas dan Media PBSI, Praveen belum bisa menjalani latihan karena sedang diistirahatkan. Sebab, berdasarkan hasil MRI, pemain kelahiran Bontang itu mengalami peradangan dan robekan di area rotator cuff.

Baca juga PBSI Resmi Tarik Anthony Ginting, Praveen/Melati, dan Greysia/Apriyani dari Swiss Open

“Untuk Praveen/Melati karena hanya ikut Jerman Open dan All England, jadi kami atur dulu karena Praveen sedang pemulihan bahu dan belum latihan,” ungkap Nova, dalam keterangan resmi Tim Humas dan Media PBSI, Kamis (11/2/2021).

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

“Kemarin Praveen sudah MRI dan hasilnya memang ada peradangan dan robekan di area rotator cuff-nya. Tadinya sudah mulai latihan, tetapi melihat hasil ini kami putuskan untuk istirahatkan dia. Nanti kalau membaik, kita mulai lagi pelan-pelan,” tambahnya.

Baca juga 

Untuk menghadapi dua turnamen tersebut, Nova mengatakan bahwa Praveen/Melati harus membenahi mood bermain mereka untuk mendapatkan hasil maksimal. Kondisi buruk ini sempat terlihat di turnamen seri Asia di Thailand, ketika keduanya tidak tampil kurang greget.

“Praveen/Melati itu intinya satu, ketika mereka bisa jaga mood-nya dan gregetnya di setiap pertandingan, kami tidak khawatir,” lanjut mantan partner Liliyana Natsir tersebut.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

“Memang tidak selalu bisa jadi juara, tetapi setidaknya hasilnya akan bagus. Dan yang kemarin sangat terlihat adalah komunikasi mereka hilang, tidak secair biasanya,” sambung peraih medali perak Olimpiade 2008 tersebut.

“Padahal itu kelebihan mereka. Biasanya ngobrol di lapangan enak, kami kasih masukan juga enak. Jadi banyak pada non-teknisnya kalau mereka,” pungkasnya.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *