Jepang berupaya meningkatkan industri pertahanan dengan mendirikan 200 perusahaan rintisan – Indo-Pacific Defense Forum - e-Kompas.ID
Connect with us

Nasional

Jepang berupaya meningkatkan industri pertahanan dengan mendirikan 200 perusahaan rintisan – Indo-Pacific Defense Forum

[ad_1]

Marc Jacob Prosser

Untuk memanfaatkan teknologi canggih dan mengatasi tantangan yang dihadapi sektor pertahanan negara, pemerintah Jepang membina hubungan dengan perusahaan rintisan inovatif.

Pemanfaatan kekayaan ekosistem perusahaan rintisan di negara itu dalam berbagai bidang seperti teknologi ruang angkasa dan pencitraan satelit dapat meningkatkan inovasi sektor pertahanan dan mendorong ekspor.

Kementerian Pertahanan (Ministry of Defense – MOD) dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang bertemu dengan sekitar 200 perusahaan rintisan di Tokyo pada Juni 2023, dan merencanakan lebih banyak pertemuan lagi, demikian menurut majalah berita Nikkei Asia Jepang.

“Masa depan pertahanan bersifat algoritmis,” ungkap James Angelus, presiden International Security Industry Council di Jepang, kepada FORUM. “Langkah Jepang menjalin kemitraan dengan perusahaan rintisan dapat mengarah pada ekspor teknologi tinggi dan inovasi pertahanan, terutama dalam berbagai bidang seperti rekayasa digital, perangkat lunak tangkas, dan metodologi berbasis sistem.”

James Angelus menekankan bahwa transformasi yang lebih luas merupakan kunci keberhasilan upaya ini.

Inisiatif ini diharapkan dapat melibatkan perusahaan rintisan dalam seluruh bidang teknologi mulai dari keamanan siber dan ruang angkasa hingga operasi drone dan kecerdasan buatan, demikian yang dilaporkan surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun.

Tokyo berencana mempertimbangkan pengembangan alutsista dan penerapan teknologi canggih dalam bidang pertahanan berdasarkan kolaborasinya dengan perusahaan rintisan.

Sasarannya mencakup mengakses dan mengintegrasikan teknologi canggih serta memperkuat kemampuan dan industri pertahanan Jepang.

Margin keuntungan sektor pertahanan Jepang secara historis sangat tipis, dan pembatasan ekspor produk pertahanan pernah terjadi di masa lampau. Hampir 100 perusahaan meninggalkan bidang pertahanan dalam dua dekade terakhir ini. Akan tetapi, inisiatif pemerintah dan reformasi legislatif memicu optimisme dengan fokus pada peningkatan ekspor alutsista.

Nozomu Yoshitomi, Mayor Jenderal (Purn.) Pasukan Bela Diri Darat Jepang yang sekarang mengajar di Nihon University Tokyo, mengatakan bahwa permasalahan mendasar perlu diatasi agar inisiatif perusahaan rintisan ini dapat mencapai kesuksesan.

“Proses pengadaan MOD yang berkepanjangan dan risiko bawaan yang terkait dengan bisnis pertahanan mungkin tidak menarik bagi perusahaan rintisan yang gesit,” ungkap Nozomu Yoshitomi kepada FORUM.

Lebih jauh lagi, perluasan ekspor alutsista Jepang masih merupakan tantangan karena adanya berbagai masalah seperti kurangnya riset pasar, demikian ungkapnya.

Nozomu Yoshitomi menekankan perlunya mengevaluasi kembali hubungan pemerintah dengan perusahaan pertahanan, serta kemampuan ekspor dan metode pengadaannya.

Marc Jacob Prosser merupakan koresponden FORUM yang memberikan laporan dari Tokyo.



[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID