Joseph Suryadi Tersangka Penistaan Agama Berbohong Handphonenya Hilang : e-Kompas.ID Megapolitan - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Joseph Suryadi Tersangka Penistaan Agama Berbohong Handphonenya Hilang : e-Kompas.ID Megapolitan



JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, mengatakan Joseph Suryadi tersangka kasus penistaan agama berbohong soal handphonenya yang hilang.

“Jadi sudah ada alat bukti dan keyakinan penyidik terkait penetapan tersangka ini. Soal handphone, tersangka mengaku handphone nya hilang, tapi rekam jejak digital percakapan di hp milik tersangka ada kalimat seperti yang dilaporkan terlapor yaitu melakukan penistaan terhadap satu agama tertentu,” ujar Endra di Lobi Gedung Bidhumas Polda Metro Jaya pada Rabu (15/12/2021).

Ia menyebutkan, kebohongan Joseph Suryadi tersebut merupakan upayanya untuk dalam mengalihkan perhatian.

“Saat ini penyidik sedang melengkapi penyelidikan dan melengkapi berkas, sehingga dalam waktu dekat bisa berlanjut ke peradilan. Kasus ini sempat viral beberapa waktu lalu, sehingga semoga bisa menjawab pernyataan media,” katanya.

Penangkapan terhadap tersangka dapat dilakukan pasalnya penyidik sudah memiliki dua alat bukti yang sah, sesuai dengan Pasal 184 KUHP.

“Sehingga penyidik sudah menetapkan tersangka, dan surat perintah penahanan sudah dikeluarkan,” kata Endra Zulpan.

Terkait motif pelaku melakukan perbuatan penistaan agama, Endra Zulpan menyebutkan hal tersebut sedang dalam pendalaman oleh penyidik.

“Kalau motif itu nanti dijelaskan penyidik, mereka saat ini sedang mendalami kasus tersebut. Yang jelas pembuktian itu sudah masuk unsurnya, itu barang miliknya dan dia juga sudah mengakui,” tuturnya.

Baca Juga : Tersangka Kasus Penistaan Agama, Ini Sosok Joseph Suryadi Karyawan di Perusahaan Properti

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebutkan pihak Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menetapkan Joseph Suryadi sebagai tersangka.


Joseph Suryadi disebutkan melakukan posting dengan kata-kata dan kalimat yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok tertentu atau SARA dengan sengaja tentunya, dengan membawa perasaan permusuhan atau penodaan terhadap suatu agama yang ada di Indonesia.

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian diantaranya yakni satu bundel screenshot capture pembicaraan di media sosial yang menistakan suatu agama, satu buah flash disk, satu buah KTP dan satu buah handphone.

Pasal yang dikenakan terhadap Joseph Suryadi yakni Pasal 27 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 1 dan atau Pasal 28 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 2 UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 156 KUHP atau Pasal 156A KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *