JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Kabupaten Bogor menjadi daerah yang rawan bencana longsor tertinggi di Indonesia. Kemudian, disusul Cilacap dan Banjarnegara.
“Jadi catatan Kami sebenarnya untuk longsor itu Bogor itu paling tinggi di Indonesia, kemudian disusul Cilacap dan Banjarnegara. Dan itu (posisi) dua, tiga, empat lima itu berganti-ganti setiap tahun, namun puncaknya ini tetap Kabupaten Bogor,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (27/3/2023).
Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan bahwa dari laporan BPBD Kabupaten Bogor, bahwa bencana hidrometeorologi khususnya cuaca ekstrem, tanah longsor, juga banjir mendominasi Kabupaten Bogor.
“Nah kalau kita lihat sebenarnya histories kejadian data yang dilaporkan oleh Kabupaten Bogor BNPB itu memang untuk bencana hidrometeorologi khususnya cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, ini mendominasi Kabupaten Bogor,” kata Aam.
“Kita ingat kemarin waktu minggu lalu kita bicara longsor di Kota Bogor. Dan pada hari yang sama kemudian kita dilaporkan ada longsor juga di Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Aam mengatakan Kabupaten Bogor menjadi daerah paling rawan longsor dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya urbanisasi dan alih fungsi lahan yang cukup masif. “Ini terkait urbanisasi yang terjadi disana dan alih fungsi lahan dalam skala cukup masif.”
“Kalau kita lihat ini jumlah kejadian banjir di 2019, 2020, 2021 dominan, 2022 dimulai berkurang longsor juga demikian, tapi kalau misalkan kita lihat distribusi bulan apa sih sebenarnya banjir paling banyak terjadi di Bogor itu memang kita lihat di Maret, April sama September sampai November. Ini banjir yang paling sering terjadi dari data historis yang ada,” jelas Aam.
“Kemudian, kalau longsor itu mengikuti juga sudah dari Januari kemudian Mei ke Juni, nanti balik lagi di Oktober November. Ini menjadi perhatian kita,” tandasnya.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
(kha)
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

You must be logged in to post a comment Login