JAKARTA – Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 19 Oktober 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 1.530 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.076.541 orang (96,2%).
Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 677 kasus dan totalnya menurun menjadi 16.697 kasus (0,4%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 903 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.236.287 kasus.
Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 50 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.049 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 260.343 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 6.074 kasus.
Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 1.024.611 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 109 juta orang atau 109.005.627 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 820.098 orang dan totalnya meningkat melebihi 64 juta orang atau angka tepatnya 64.008.898 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 4.409 orang dan kumulatifnya melebihi 1 juta orang atau 1.078.155 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.
Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Barat menambahkan 264 orang dan kumulatifnya 688.495 orang, diikuti Sulawesi Selatan menambahkan 135 orang dan kumulatifnya 106.282 orang, DKI Jakarta menambahkan 122 orang dan kumulatifnya 845.488 orang, Jawa Tengah menambahkan 114 orang dan kumulatifnya 451.917 orang serta Jawa Timur menambahkan 103 orang dan kumulatifnya 367.269 orang.
Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di DKI Jakarta menambahkan 106 kasus dan kumulatifnya 860.358 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 105 kasus dan kumulatifnya 704.642 kasus, Jawa Tengah menambahkan 99 kasus dan kumulatifnya 484.110 kasus, Jawa Timur menambahkan 95 kasus dan kumulatifnya 397.481 kasus serta Bali menambahkan 54 kasus dan kumulatifnya 113.578 kasus.
Untuk sebaran kasus aktif dengan angka tertinggi pada 5 provinsi, berada di Jawa Tengah sebanyak 2.141 kasus, Papua sebanyak 1.727 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.477 kasus, 1.314 kasus, DKI Jakarta sebanyak 1.298 kasus dan Lampung sebanyak 1.128 kasus.
Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 30.052 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 6 kasus kasus dan kumulatifnya 29.560 kasus, Kalimantan Utara menambahkan 5 kasus dan kumulatifnya 799 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 4 kasus dan kumulatifnya 5.436 kasus serta Jawa Barat menambahkan 3 kasus dan kumulatifnya 14.670 kasus.
Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 43.863.159 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.857.774 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 34.306.833 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,66% dan positivity rate spesimen mingguan (10 – 16 Oktober 2021) di angka 0,69%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 61 spesimen.
Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 175.456 orang dan kumulatifnya 29.362.005 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 25.125.718 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 174.553 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,51% dan positivity rate orang mingguan (10 – 16 Oktober 2021) di angka 0,58%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.
Jakarta, 19 Oktober 2021
Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional
[ISTA/ACU/FKP]
You must be logged in to post a comment Login