Kisah Inspiratif Honorer: Naik Turun Gunung Berikan Les Privat Gratis ke Pelajar : e-Kompas.ID Edukasi - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Kisah Inspiratif Honorer: Naik Turun Gunung Berikan Les Privat Gratis ke Pelajar : e-Kompas.ID Edukasi



KULONPROGO – Namanya Tiara Yogiarni (27) warga Pengasih, Kulonprogo, DIY. Dia merupakan salah satu perempuan inspiratif yang mengisi waktu luangnya dengan menjadi guru les privat bagi anak-anak di daerah pelosok Yogyakarta secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

Tiara merupakan honorer Diskominfo Kulonprogo. Selepas bekerja, alumnus Universitas PGRI Yogyakarta ini mengajar les privat untuk anak-anak tingkat SD hingga SMA di sekitar tempat tinggalnya hingga ke daerah pelosok Yogya.

Tiara mengajar les privat sudah terbilang lama. Lalu, pada akhirnya pandemi Covid-19 melanda dan membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Alhasil, kondisi ini membuat perempuan berjilbab itu memutuskan untuk memberikan les privat hingga ke Dusun Bibis, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, DIY.

Tak mudah menuju lokasi tersebut. Pasalnya, Tiara harus berjalan kaki karena tak bisa dilalui motor. Kuda besinya pun dititipkan di bawah lalu berjalan naik turun pegunungan.

Di Dusun Bibis, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, DIY, Tiara mengajar 4 orang anak dari tingkat SD-SMP dengan kurun waktu belajar selama dua jam.

Baca juga: Guru Honorer Peserta Seleksi PPPK Menunggu Kepastian Waktu Pengumuman

“Sekarang kan masa pandemi, kemudian anak-anak tidak bisa (belajar) tatap muka sehingga harus daring di rumah. Ini menjadi kesulitan untuk anak-anak memahami pembelajaran baik melalui handphone, zoom dan sebagainya,” kata Tiara, Selasa (5/10/2021).

“Nah kadang anak-anak itu belum bisa langsung nangkap pelajaran, guru-guru mereka juga belum bisa mendampingi langsung. Kemudian para orangtua menjadi ada tambahan tugas baru yakni mengawasi anak dan juga membimbing mereka mengerjakan tugas. Nah Biasanya anak-anak ini jauh-jauh turun ke Wates. Kemudian suatu ketika saya mengunjungi rumah di sini gitu,” imbuhnya.

Baca juga: Guru Honorer Ini Pertaruhkan Nyawa Seberangi Sungai Deras untuk Bantu Siswanya

Setelah berkunjung ke lokasi itu pun Tiara langsung memutuskan untuk memberikan les privat kepada pelajar di sana dengan konsep les yang ada di alam terbuka.

Menurut dia, tempat tinggal pelajar tersebut terbilang susah sinyal sehingga menyulitkan dalam belajar daring.

Dia menceritakan suka dukaya mengajar les privat di pegunungan yakni akses menuju lokasi masih jauh dari layak, karena jalan tidak rata dan masih berupa tanah dan batu. Selain itu lokasi ini juga jarang permukiman penduduk.

Sementara sukanya, lanjut dia, bisa mencerdaskan anak-anak pelosok dan bisa diterima masyarakat dengan baik setelah mengajar les privat di desa tersebut.

“Warga di sini ramah, dan juga antusias sekali. Ketika saya datang dan mengabari bahwa mau ngadain les di sini sambutan mereka welcome, dan saya juga bersyukur karena memang ini menjadi tambahan semangat sekaligus hal baru yang biasanya saya kerjakan di kota dengan segala kemudahan sekarang di lokasi seperti ini,” ujarnya.

Baca juga: Tunda Pengumuman Seleksi PPPK, Upaya Mas Menteri Perjuangkan Guru Honorer

Salah seorang siswa, Zahra Aulia (12) mengaku senang bisa belajar dari Tiara karena banyak mendapat pelajaran selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di sekolahnya.

“Karena di sini terkendala susah sinyal, jadi susah belajarnya karena tidak ada pengajarnya. Kalau sekarang seneng ada Mbak Tiara, kami jadi lebih terbantu,” kata siswa kelas VII, SMP N 1 Kokap itu.

Baca juga: Menteri Nadiem: Hampir 100 Ribu Guru Honorer Lolos Seleksi PPPK

Zahra mengatakan les privat bersama Tiara biasanya dilakukan satu kali dalam seminggu dengan mata pelajaran matematika. “Kalau sama Mbak Tiara lebih paham, karena penyampaiannya jelas dan juga orangnya ramah,” ucapnya.

Orangtua siswa, Siti Wahyuni (40) mengungkapkan kebahagiannya lantaran selama ini harus mengantarkan anaknya ke Wates untuk ikut les yang jaraknya cukup jauh.

“Alhamdulillah ya, saya wali dari Zahra seneng sekali karena Mbak Tiara sudi mampir ke sini, ngajar ke sini, walaupun lokasinya sulit dijangkau. Kemarin-kemarin itu saya atau bapaknya nganterin Zahra ke Wates untuk les. Padahal jauh jaraknya, tapi demi anak bisa belajar ya mau gimana lagi, memang harus seperti itu,” ujarnya.

Ia pun berharap pandemi dapat segera berakhir agar pembelajaran tatap muka dapat terlaksana. “Saya berharap pandemi Corona cepat selesai, terus anak-anak bisa segera belajar tatap muka, sama guru-guru dan temen-temennya,” tuturnya.

Baca juga: Ketua DPD Minta Pemkab Pandeglang Perhatikan Nasib Guru Honorer, Ini Sebabnya



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *