Kisah Ritual Seks Raja Singasari: Gadis Muda dari Champa, Arak dan Kenakan Topeng : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Kisah Ritual Seks Raja Singasari: Gadis Muda dari Champa, Arak dan Kenakan Topeng : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

SETELAH Kertanegara mengetahui sebagian kekuatan gaib Kublai Khan, berasal dari ritual rahasia Buddhis Tantrik, yaitu Tantra Kiri, Kertanegara yakin jika pihak Kerajaan Singasari perlu menempuh jalur kiri ini. Karena cara inilah yang digunakan Kublai Khan, musuhnya yang jahat itu, demi mendapatkan bantuan Dewi Kali yang dalam tahapannya kini menjelma sebagai Ibu suri Kegelapan.

Kertanegara berharap jika seluruh penghuni istana ini menempuh jalan tersebut demi tujuan-tujuan mulia. Mereka akan dapat mengembalikan sang dewi ke peranannya yang lain, yakni Ibusuri Welasasih. Barulah mereka bisa yakin bahwa sang dewi akan melindungi anak-anaknya yang tak berdosa di Jawa dari para penyerang.

“Inilah tujuan satunya-satunya aku beralih ke ritual rahasia ini,” ucap Kertanegara.

Ritual versi Mongol sangat kasar, hingga membuat para pengamat dari Cina pun terkejut. Namun, versi adaptasi Champa dan Singasari lebih terkendali, dengan melibatkan pasangan-pasangan laki-laki dan perempuan, serta minuman keras. Para peserta pun memakai topeng supaya identitas mereka tersamarkan.

Sejumlah peserta yang mengikuti ritual tersebut melakukannya dengan taat untuk menguji kemampuan mereka, yaitu menahan godaan nafsu duniawi, demi meraih jalan menuju pencerahan. Beberapa yang lainnya merasa malu atau malah terangsang oleh kenikmatan alkohol dan seks.


Tentunya ini bertolak belakang dengan tujuan awal spiritualnya. Hal ini khususnya tampak pada sejumlah laki-laki yang berpasangan dengan gadis-gadis muda yang menawan atau yoginis, yang diboyong dari Champa, dan sebelumnya sudah dilatih sebagai pelaku tantra.

Bagi sejumlah pengamat, perilaku para gadis itu tidak sejalan dengan Syiwa dan pasangannya Uma yang saling berpelukan bagai kahyangan. Mereka memamerkan keahlian untuk memperdaya laki-laki lebih tua yang lemah, dengan menyalahgunakan seks dan arak.

Sumber: Buku Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit karya Earl Drake

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID