Konflik Senjata Israel – Hamas - e-Kompas.ID
Connect with us

Nasional

Konflik Senjata Israel – Hamas

[ad_1]

oleh: As’ad Said Ali

Serangan roket Hamas ke wilayah Israel diawali dengan kerusuhan di Yerusalem yang berpuncak pada malam Lailatul Qadar di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa berupa aksi kekerasan terhadap protes warga Palestina.

Konflik dimulai pada peringatan “Hari Yerusalem” sebagai peringatan atas kemenangan Israel dalam perang 1967.

Bersamaan dengan peringatan itu, warga Palestina melakukan protes terhadap upaya pemerintah Israel untuk membangun 500 rumah pemukiman Yahudi di Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. Perluasan itu ditolak oleh otoritas Palestina dan juga penduduk yang tinggal didaerah itu sejak ratusan tahun.

Pembangunan pemukiman itu sesuai dengan apa yang disebut dengan “Abraham Accord” yang diinisiasi oleh Donald Trump ketika masih berkuasa di AS. Tetapi accord tersebut bertentangan Resolusi Dewan Keamanan PBB No 242 dan 338 yang mengakui hak Palestina atas Tepi Barat Sungai Yordan dan Yerusalem Timur.

Dalam hal Ini Israel melakukan test case terhadap sikap Presiden AS Joe Biden yang menolak aneksasi Yerusalem Timur. Rakyat Palestina melawan dengan melakukan protes keras sehingga terjadi konflik dengan aparat keamanan Israel dan kaum radikal Yahudi. Perlawanan gigih rakyat Palestina mendapat simpati dari sebagian masyarakat Yahudi berupa unjuk rasa simpati terhadap aksi warga Palestina.

Hamas cq Brigade Al-Qasam melaksanakan serangan roket ke ke wilayah yang dikuasai Israel termasuk wilayah sekitar Dimona (lokasi instalasi nuklir Israel). Serangan Brigade Al-Qasam mengejutkan dengan kemampuan melepas sekitar 1400 roket secara beruntun sehingga sejumlah roket buatan Iran itu mampu menembus radar pertahanan Israel.

Israel menanggapi dengan meluncurkan serangan udara dan tank di Gaza. Brigade Al-Quds (Jihad Islam) juga terlibat melawan Israel.

Berbagai reaksi dari sejumlah negara termasuk Indonesia menyesalkan provokasi Israel. Reaksi keras datang dari Rusia, Turki dan Iran. Presiden AS Joe Biden menyatakan Israel berhak membela diri dari serangan roket Hamas. Pernyataan itu terutama ditujukan terhadap Rusia, Turki dan Iran yang selama ini menjadi pendukung Hamas dengan tujuan agar tidak ikut campur tangan lebih jauh.

Banyak pihak yang tertarik dengan situasi di kawasan tersebut, terutama negara-negara tersebut di atas.

Dilihat dari kepentingan politik, ekonomi dan keamanan, tidak satu pun dari negara negara tersebut menghendaki eskalasi konflik.

Kalau demikian halnya maka munculnya peluang untuk merintis kembali perundingan damai Israel – Palestina yang terhenti sejak 2005 bukan suatu hal yang mustahil.

DR KH As’ad Said Ali

Pengamt Sosial-Politik, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2010 – 2015. Tinggal di Jakarta.

.



[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID