LaNyalla Minta Usut Tuntas Dugaan Vaksinasi Booster Ilegal di Surabaya : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

LaNyalla Minta Usut Tuntas Dugaan Vaksinasi Booster Ilegal di Surabaya : e-Kompas.ID Nasional



JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengusut tuntas dugaan vaksinasi booster ilegal di Kota Surabaya. Sebab, perbuatan tersebut tak sejalan dengan semangat pemerintah menciptakan kekebalan kelompok untuk segera mengakhiri pandemi Covid-19.

“Kita meminta aparat kepolisian mengusut dugaan vaksinasi booster ilegal itu. Karena tindakan itu kontradiktif dengan upaya pemerintah menghadapi pandemi yang telah menghancurkan perekonomian kita,” ujar LaNyalla melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/1/2022).

Baca Juga:  Ketua DPD RI Dukung Presiden Realisasi Penandatanganan Tiga Kesepakatan dengan Singapura

LaNyalla sangat menyayangkan masih adanya oknum yang mengambil kesempatan dalam kondisi ini. Di mana pemerintah dan pihak terkait gencar vaksinasi dalam upaya menyelamatkan masyarakat, di pihak lain ada orang yang tidak bertanggung jawab mengambil keuntungan untuk diri sendiri.

“Makanya, harus diproses secara hukum. Karena ini dampaknya sangat luas, bukan hanya secara ekonomi tetapi juga keselamatan jiwa manusia,” ucapnya.

Menurutnya, dugaan sindikat jual beli vaksin booster berbayar dan ilegal ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Karena masyarakat bawah bisa menjadi sasaran para sindikat tersebut.

“Bisa saja sindikat ini sudah menyebar ke daerah lain di luar Surabaya. Jadi, masyarakat harus waspada,” tegasnya.

Baca Juga:  Ketua DPD RI LaNyalla: Peredaran Narkoba di Rutan Harus Dihentikan!

Para pelaku menggunakan modus seolah-olah semua masyarakat sudah tervaksin. Kemudian, sisa-sisa vaksin dikumpulkan dan dijual kepada orang yang membutuhkan.

Vaksin itu seolah-olah adalah vaksin booster dengan meminta bayaran sebesar Rp250 ribu. Pemerintah sendiri baru akan memulai vaksinasi dosis ketiga atau booster pada Rabu 12 Januari 2022. Vaksin booster akan terbagi menjadi dua skema, yaitu gratis dan berbayar.

Vaksin gratis dibiayai dengan APBN untuk 21,5 juta lansia dan 61,6 juta Penerima Bantuan Iuran (PBI) non-lansia. Sedangkan yang berbayar diberikan kepada 93,7 juta penduduk.


(Ari)



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

- Advertisement -
e-Kompas.ID

Categories