

© Disediakan oleh Kumparan
Keraton Kasepuhan Cirebon salah satu wisata di Kota Cirebon. (Dok.ciremaitoday)
Ciremaitoday.com, Cirebon, – Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada lebaran 2021, berdampak pada perekonomian di Kota Cirebon. Tingkat kunjungan wisata turun sebanyak 50 persen.
Target jumlah kunjungan wisata yang semula sekitar 2,3 juta orang pun tidak tercapai. Tidak hanya warga dari luar daerah, masyarakat di Wilayah Ciayumajakuning pun enggan melakukan perjalanan wisata karena ketika keluar atau masuk ke wilayah lainnya di Ciayumajakuning harus memenuhi persyaratan tertentu.

© Disediakan oleh Kumparan
Penurunan jumlah wisatawan pun diakui salah seorang pemandu wisata di Keraton Kasepuhan yang berharap mendapat penghasilan lebih saat Lebaran dari okupansi wisata di Kota Cirebon.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan mengataku, sejak larangan mudik diberlakukan kunjungan wisata di Kota Cirebon tidak lebih dari 50 persen, sedangkan pihaknya menargetkan kunjungan wisata tahun 2011 sebanyak 2,3 juta orang.
“Tidak lebih dari 50 persen karena tidak seperti hari-hari normal,” katanya, Sabtu, (8/05/2021).
Wisata di Cirebon
Pihaknya pun melakukan penyesuaian target kunjungan wisata tahun 2021, yang semula sebanyak 2,3 juta orang kini menjadi 1,5 juta kunjungan.
“Kita harus realistis dengan kondisi sekarang,” ujarnya.
Sementara, salah seorang Pemandu Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, Rusi Mulitno mengatakan, penurunan jumlah wisatawan sudah terjadi sejak pandemi tahun lalu yang berdampak pada menurunnya penghasilan.
“Sudah dari tahun lalu sepi, otomatis pendapatan juga turun,” katanya. ***
You must be logged in to post a comment Login