MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan Indonesia menjadi pelopor net zero (nol emisi karbon) di industri pariwisata tingkat Asia Tenggara (ASEAN).
Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat meluncurkan Program ‘Towards Climate Positive Tourism Through Decarbonization And Eco-Tourism’ yang mencakup peluncuran platform untuk melakukan carbon offset (pelunasan karbon), lima kawasan destinasi proyek percobaan (pilot project) rendah karbon (low carbon), dan deklarasi menurunkan karbon emisi di sektor pariwisata.
“Kami mendapatkan kemitraan yang kuat dari kementerian/lembaga dan dunia usaha,” ujarnya di Plataran Menjagan di Buleleng, Taman Nasional Bali Barat, Bali belum lama ini.
Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Jejak.in, yakni platform yang memungkinkan wisatawan melakukan carbon offsetting (penghitungan jejak karbon) selama perjalanan di Indonesia.

Dengan menghitung jejak karbon, katanya, maka memungkinkan wisatawan menyalurkan sejumlah dana guna mendukung program-program pilihan, seperti penanaman pohon, energi terbarukan, atau pengembangan ekowisata.
Kemudian, pihaknya meluncurkan lima destinasi proyek percobaan (pilot project) rendah karbon di berbagai tempat. Mulai dari Plataran Menjagan dan Mangrove Tembudan Berseri di Berau, Kalimantan Timur.
Selanjutnya destinasi Pantai 3 Warna (Clungup Mangrove Conservation) di Malang Jawa Timur, Bukit Peramun di Bangka Belitung, dan Taman Wisata Mangrove Klawalu di Sorong, Papua.

You must be logged in to post a comment Login