Connect with us

Nasional

Meneropong Hypermart Usai Sahamnya Dicaplok Gojek: Perkuat Bisnis Online?

Meneropong Hypermart Usai Sahamnya Dicaplok Gojek: Perkuat Bisnis Online?




Hypermart Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga


© Disediakan oleh Kumparan
Hypermart Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga

Gojek resmi masuk Lippo Grup setelah anak usahanya, PT Pradipa Darpa Bangsa, memborong 358.530.900 atau setara 4,76 persen saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), induk bisnis Hypermart, Primo, dan Foodmart.

PT Pradipa Darpa Bangsa merupakan entitas usaha yang 99,996 persen sahamnya dimiliki PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek. Sedangkan 0,004 persen saham sisanya dikuasai PT Dompet Karya Anak Bangsa alias Gopay.

Adapun PT Pradipa Darpa Bangsa membeli saham MPPA yang sebelumnya dimiliki oleh PT Multipolar Tbk (MLPL), entitas usaha yang juga masih berada di bawah Lippo Group.

Langkah Gojek mencaplok saham induk Hypermart ini cukup menarik perhatian, sebab pasar ritel offline kini tengah lesu. Sebaliknya ritel online justru sedang menemukan momentumnya. Di sisi lain, Gojek sendiri diketahui juga memiliki layanan pesan antar untuk barang kebutuhan sehari-hari bernama Go-Mart.

Dari fakta tersebut nampaknya bisa terbaca bahwa tujuan Gojek masuk ke bisnis ritel Lippo Group adalah untuk melengkapi bisnis omnichannel MPPA lewat Go-Mart. Apalagi MPPA tidak hanya memiliki Hypermart.

Berdasarkan website resmi MPPA, di tahun 2019 selain peluncuran kembali gerai Hypermart, Primo dan Foodmart yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan konsumen, MPPA juga memperkuat peran ritelnya dengan meluncurkan Hyfresh. Yaitu sebuah konsep community-supermarket yang menawarkan produk rumah tangga sehari-hari dengan harga bersaing di pasar.






© Disediakan oleh Kumparan

Selain itu, di tahun yang sama perkembangan bisnis Offline to Online (O2O) melalui aplikasi Hypermart Mobile juga semakin dikembangkan dan diperkuat.

Manajemen MPPA bahkan mengatakan gerai Hyfresh kini telah merambah hingga ke daerah dengan skala lebih kecil hingga ke kecamatan.

“Kami mempunyai format Hyfresh yang lebih besar dari Alfamart atau Indomaret. Saat ini Hyfresh telah ada di daerah-daerah kabupaten atau kecamatan. Perbedaan Hyfresh dengan Alfamart atau Indomaret adalah kami menyediakan barang-barang fresh seperti buah, sayuran dan daging yang diseleksi dengan baik dan berkualitas seperti pada gerai kami yang lebih besar yaitu Hypermart,” ujar Chief Financial Officer MPPA Herry Senjaya beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini MPPA telah mengoperasikan lebih dari 222 gerai, 100 di antaranya adalah gerai Hypermart. Dengan jumlah yang banyak dan persebaran yang luas hingga tingkat kecamatan, maka ada kemungkinan stock keeping unit (SKU) gerai Hypermart dan Hyfresh bakal terintegrasi dengan Go Mart.



Gojek resmi luncurkan logo baru bernama Solv. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan


© Disediakan oleh Kumparan
Gojek resmi luncurkan logo baru bernama Solv. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Ini akan memungkinkan Hypermart bisa berubah menjadi online groceries terbesar di Indonesia dengan kolaborasinya bersama Go Mart. Belum lagi, MPPA juga berencana untuk terus menambah jumlah gerai. Tahun ini MPPA bahkan menargetkan membuka hingga 6 gerai baru.

“Kami masih terus melakukan pengembangan bisnis, dan pembukaan gerai-gerai baru. Target untuk membuka gerai baru sekitar 5-6 gerai. Nilai capex yang diperkirakan sekitar Rp 5 miliar per toko,” ujar Corporate Secretary dan Public Relations & Communications Director MPPA Danny Konjongian.

Untuk mendanai ekspansi itu, MPPA berencana menggelar right issue. Perseroan mengincar dana Rp 500 miliar hingga Rp 800 miliar dari right issue tersebut. Dalam aksi korporasi ini, PT Multipolar Tbk (MLPL) bertindak sebagai pembeli siaga.

Tentunya MLPL telah mengantongi dana tersebut. Sumber dananya tidak lain adalah dari hasil melego saham MPPA ke Gojek. Tidak hanya itu, sebelumnya MLPL juga melepas 250.971.600 (3,33 persen) saham MPPA ke PT Panbridge Investment Ltd, dan juga melepas 286.824.700 (3,81 persen) saham MPPA ke Threadmore Capital Ltd.

Dari tiga kali jualan saham MPPA tersebut, MLPL mengantongi dana Rp 603,92 miliar. Dana inilah yang nantinya akan kembali diinvestasikan MLPL ke induk usaha Hypermart.





Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement