Mengenal Gentle Parenting, Bentuk Pola Asuh yang Cocok untuk Anak saat Ini : e-Kompas.ID Lifestyle - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Mengenal Gentle Parenting, Bentuk Pola Asuh yang Cocok untuk Anak saat Ini : e-Kompas.ID Lifestyle

[ad_1]

POLA asuh yang tepat pada anak sangatlah penting. Sebab, pola asuh berdampak pada tumbuh kembang sikap anak di lingkungannya. Pola asuh yang tidak tepat seperti sering membentak dan melakukan kekerasan bisa jadi penyebab anak memiliki tingkah laku kriminal di masa depan.

Untuk itu, penting sekali memilih pola asuh yang tepat. Namun, jika diperhatikan pola asuh sangatlah banyak. Lantas, manakah pola asuh yang tepat untuk anak? Menurut Psikolog Anak, Irma Gustiana Andriani pola asuh yang tepat untuk anak-anak masa kini yakni gentle parenting.

Gentle parenting merupakan pendekatan pada pola pengasuhan di mana orangtua mengambil sisi atau hal yang berupa kelembutan, kebijakan, dan cenderung mengasuh anak dengan cara yang positif.

Morning Update

Irma menegaskan, dalam melakukan gentle parenting, para orangtua pun masih boleh mendisiplinkan anak tetapi dengan cara yang positif.

“Disiplin positif artinya kita melakukan pendekatan kepada anak supaya mereka lebih tahu mana yang boleh dan mana yang tidak tapi dengan cara yang lebih positif. Dalam hal ini memberi konsekuensi (pada anak yang bersalah atau melanggar) boleh, namun tidak dengan hukuman,” tutur Irma saat ditemui di iNews Tower, Selasa 26 September 2023.

Irma menjelaskan, hukuman dengan konsekuensi sangat jauh berbeda. hukuman kerap kali diberikan oleh orangtua dan menyisakan trauma pada anak. Sebab, hukuman yang diberikan ini tidak sesuai dengan kesalahan yang dilakukan oleh anak. Sementara konsekuensi, biasanya ada perbincangan antara orangtua dengan anak.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Misalnya, di rumah terdapat peraturan salat berjamaah di waktu maghrib. Namun, sang anak tidak melakukan hal tersebut. Sebagai orangtua, kita berhak menegurnya dan mencari tahu penyebab mereka melakukan pelanggaran.

Kemudian, orangtua juga boleh memberikan konsekuensi pada anak atas kesalahan mereka.

“Konsekuensinya itu restitusi atau pilihan A,B,C, apa kaya jadi imam atau apa pun yang penting sesuai dengan kesalahan,” tutur Irma.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID