TAK dipungkiri, masyarakat awam masih banyak yang menganggap bahwa pembuatan berlian selalu identik dengan pertambangan. Padahal, tidak semua berlian yang diolah menjadi perhiasan dibuat melalui proses pertambangan konvesional, yang dianggap lebih merusak alam tersebut.
Kini, seiring perkembangan zaman, pembuatan berlian ternyata bisa dilakukan sendiri lewat kecanggihan laboratorium loh! Umumnya, berlian atau perhiasan yang dibuat melalui proses tersebut bernama Lab Grown Diamond.
Co-Founder Sol et Terre Chelsea Islan mengatakan, bahwa seperti namanya, lab grown diamond merupakan berlian yang pembuatannya dilakukan di dalam laboratorium. Chelsea menyebut, teknik ini menjadi alternatif agar masyarakat bisa lebih menjaga lingkungan dari kerusakan akibat pertambangan emas.
“Faktanya, di balik keindahan sebuah berlian hasil tambang, ada berbagai konflik dan kerusakan yang terjadi, baik terhadap lingkungan mau pun manusia,” ujar Chelsea Islan, dalam jumpa pers launching Sol et Terre, di ICE BSD, Tangerang, Jumat, (6/10/2023)
“Proses pembuatannya serupa dengan berlian hasil tambang, yang membedakan adalah lokasi dan durasi pembuatannya. Tapi lab grown diamond ini lebih ramah lingkungan,” sambungnya.
BACA JUGA:
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Adamas Gemological Laboratory of Indonesia, Sumarni Paramita.
Ia menyebut, bahwa proses pembuatan lab grown diamond di laboratorium memakan waktu hanya sekitar satu bulan. Durasi waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan berlian hasil tambang yang pembuatannya memakan waktu sangat lama.

(Foto: MPI/ Wiwie)
Selain itu, yang membedakan lab grown diamond dan berlian hasil tambang adalah proses mendapatkannya. Lab grown diamond didapatkan dari proses simulasi kondisi alam yang berlangsung di laboratorium.
Sementara berlian hasil tambang butuh proses panjang sekaligus merusak hal lain untuk mendapatkannya. Inilah yang membuat berlian hasil tambang lekat dengan masalah etika dan konflik.
“Lab grown diamond disebut memiliki sifat optik, fisik, dan kimia yang sama dengan berlian hasil tambang. Makanya, baik lab grown diamond dan berlian hasil tambang (mined diamond) kini dikategorikan sebagai berlian asli,” tutur Sumarni.
“Penilaiannya juga dapat dilakukan berdasarkan 4C yang menjadi standar internasional, yaitu cut (potongan), color (warna), clarity (kejernihan), dan carat (berat karat),” tegasnya.
Dengan memiliki karakteristik dan komposisi yang identik dengan berlian hasil tambang, maka pada 2018 Federal Trade Commission di Amerika Serikat menyatakan bahwa lab grown diamond adalah berlian asli.
Pernyataan ini membuat lab grown diamond dan berlian hasil tambang tak boleh lagi diberi sebutan dan dimasukkan dalam kategori yang berbeda, karena dianggap dapat memicu kerancuan di masyarakat.

You must be logged in to post a comment Login