Menguak Asal Usul Pura Dalem Balingkang, Perselingkuhan Raja Berujung Kutukan : e-Kompas.ID Travel - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Menguak Asal Usul Pura Dalem Balingkang, Perselingkuhan Raja Berujung Kutukan : e-Kompas.ID Travel


BALI selain dikenal sebagai pulau seribu pura, ternyata juga memiliki banyak cerita legenda ataupun bersejarah. Termasuk salah satunya, cerita tentang Pura Dalem Balingkang.

Sebuah pura penataran agung yang terletak di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Sebelum memasuki area pura utama, para pengunjung akan berkesempatan melukat. Terlansir dari akun TikTok @Onanara, hal tersebut adalah sebuah ritual untuk membersihkan diri, yang dilakukan karena terdapat beji atau mata air suci.

Pura ini ternyata memiliki kisah legenda tentang romansa percintaan. Kisah di balik Pura Dalam Balingkang, menceritakan percintaan Sri Maharaja Aji Jayapangus dengan istrinya Kang Cing Wie. Sosok istri yang tiada lain merupakan putri dari Subandar, seorang pedagang Tionghoa.

Berawal ketika para saudagar Tionghoa datang ke Bali, lalu menjalin hubungan pertemanan dengan kerajaan Bali yang diperintah oleh Raja Jayapangus. Dari hubungan inilah, Raja Jayapangus dan Kang Cing Wie dipertemukan hingga akhirnya menikah.

Baca juga: 8 Tempat Wisata di Kintamani, dari Pura hingga Gunung Batur

Perwujudan Raja Jayapangus dan Kang Cing Wie

(Foto: Instagram/@tijanatimebomb)

Namun sayangnya dari pernikahan tersebut, ternyata mereka tidak segera dikaruniai momongan. Sehingga Raja Jayapangus memutuskan untuk melanglang buana, dan kemudian bertapa di wilayah Gunung Batur.

Kehadiran sang raja ternyata menarik hati seorang dewi yang menguasai daerah Gunung Batur. Ia adalah Dewi Danu, seorang perempuan penunggu Danau Batur. Memiliki paras cantik, akhirnya Raja Jaya Pangus pun kepincut dengan pesona Dewi Danu.

Cerita berlanjut, hingga akhirnya Raja Jayapangus pun menikahi Dewi Danu. Melalui pernikahan tersebut, ternyata keduanya dikarunia anak. Seiring berjalannya waktu, sang istri pertama Kang Cing Wie mengendus ikatan pernikahan di antara keduanya. Ia pun geram karena telah diselingkuhi oleh sang raja.

Kang Cing Wie lantas melabrak Dewi Danu. Akibatnya, Dewi Danu pun murka. Terlebih, ia mengetahui bahwa sang raja memiliki cinta yang begitu besar kepada Kang Cing Wie. Hingga pada akhirnya, Dewi Danu pun mengutuk keduanya menjadi patung.

Munculnya kutukan tersebut, ternyata membuat masyarakat kehilangan rajanya. Bahkan, juga menimbulkan luka yang sangat mendalam. Kesedihan rakyat ini, perlahan membuat Dewi Danu tersadar bahwa ia juga telah membuat kesalahan.

Lantaran hal tersebut, untuk mengenang sang raja dan permaisurinya rakyat Balingkang memanifestasikannya ke dalam wujud sebuah barong.

Rakyat lalu menyebutnya sebagai Barong Landung. Barong tersebut telah diletakkan di Pura Balingkang. Pura yang diyakini sebagai tempat Istana Kerajaan Balingkang.

Pelataran Kang Cing Wie

(Foto: Instagram/@srilaksmidewi)

Baca juga: Pesona Pura Tertua di Bali yang Dibangun Sejak 1022 Masehi

Melalui unggahan video TikTok yang menceritakan kisah legenda pura Dalem Balingkang, sontak membuat video yang sudah disukai lebih dari 91.000 pun dibanjiri pujian komentar warganet.

“Wah akhirnya ngerti soal sejarahnya, terima kasih infonya,” tulis @omix.

“Begitu bermanfaat cerita sejarahnya,” puji juga @Merta Sari425.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *