BELUM lama ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pertemuan perencanaan pembangunan layanan kesehatan dengan tema ‘Perencanaan Pembangunan Pelayanan Kesehatan Sampai Tingkat Desa Tahun 2025-2027’.
Dalam pertemuan itu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelayanan kesehatan primer menjadi layanan yang paling dekat di masyarakat, dengan fokus menjaga orang tetap sehat daripada mengobati orang sakit.
“Menjaga tetap sehat itu bukan sifatnya kuratif tapi promotif, itu sebabnya kenapa dikumpulin karena sejak jamannya orde baru berhenti kita lupa ngurusin gimana caranya hidup sehat , kita lebih banyak ngurusin gimana caranya ngobatin orang sakit,” kata Menkes Budi, dikutip dari keterangan resmi Sehat Negeriku, Minggu (3/3/2024).
Menurutnya, dengan kesehatan seseorang yang dapat terjaga, masyarakat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan lebih produktif. Apalagi, Indonesia akan memasuki puncak demografi pada 2030. Sehingga kekhawatiran Menkes tentang kesehatan yang buruk seperti stunting dapat menghambat perkembangan otak dan mengurangi produktivitas.
“Kalau dia nggak sehat sejak bayi, stunting, nggak mungkin dia bisa pintar, perkembangan otaknya juga kurang karena dia stunting. Bolehlah kalau dia pintar, tapi kalau kena stroke sehingga dia tergeletak di Rumah yah nggak mungkin dia bisa kerja dan produktif,” ucapnya.
Untuk itu, upaya menjadikan masyarakat Indonesia tetap sehat merupakan ide besar para pendahulu-pendahulu yang luar biasa. Sehingga, program revitalisasi akan melibatkan pembangunan 300 ribu Posyandu tingkat dusun, 85 ribu Puskesmas Pembantu, dan revitalisasi 10 ribu Puskesmas di Kecamatan/Kelurahan.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya
Lebih lanjut, revitalisasi ini juga dilakukan sebagai bentuk menjalankan program kesehatan yang melibatkan semua siklus hidup. Mulai dari balita hingga lansia diharapkan bisa mendapatkan pelayanan di Puskesmas dan Posyandu dengan perlengkapan layanan skrining, imunisasi, dan edukasi, serta transformasi menuju pelayanan yang lebih digital.
“Semua alat kesehatan harus dilengkapi mulai dari layanan, skrining, imunisasi, dan edukasi serta seluruh pelayanan menjadi digitalisasi agar pelayanan lebih murah, sederhana, dan lebih cepat,” tuturnya.
You must be logged in to post a comment Login