Menko Luhut Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Produk Dalam Negeri : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Bisnis

Menko Luhut Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Produk Dalam Negeri : e-Kompas.ID Economy

[ad_1]

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta dukungan Pemerintah Provinsi DIY dalam penggunaan produk dalam negeri.

“Penggunaan produk dalam negeri di antaranya aspal buton dalam pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan, serta penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) sebagai angkutan umum maupun kendaraan operasional kantor,” ujar dia dalam rapat koordinasi (Rakor) Green Infrastructure, Pengembangan Wilayah, dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (5/2/2021).

Baca Juga: Meski Benci Produk Asing, Jokowi: Kita Bukan Bangsa Proteksionisme

Dia juga memberikan arahan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memberdayakan energi terbarukan, mulai dari geothermal hingga angin.

“Kita perlu mengusahakan agar pembangunan di Yogyakarta ini dapat selesai tahun 2024, sekalipun nantinya memerlukan pengembangan lebih lanjut,” ungkap dia.

Baca Juga: Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Ramai

Pihaknya juga berpesan agar pembangunan infrastruktur harus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan tetap menjaga lingkungan.

“Saya yakin negara ini mampu berkembang karena memiliki budaya gotong-royong yang kuat. Dan kita akan memantau perkembangan hasil rakor ini secara periodik,” tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggaungkan untuk tidak menyukai produk-produk asing. Namun begitu, dia menegaskan bahwa Indonesia tetap menganut keterbukaan ekonomi.

“Sekali lagi saya tegaskan, sekali lagi saya tegaskan bahwa kita ini menganut keterbukaan ekonomi, menganut keterbukaan ekonomi. Ga ada yang kita tutup-tutup,” katanya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (5/3/2021).

Dia mengatakan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang menyukai proteksionisme ekonomi. Apalagi dari sejarahnya proteksi terhadap ekonomi akan malah merugikan.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID