Quote:
Original Posted By Coclat►menteri suraah agamanya apaan ?
apa tidak paham ajaran agamanya sendiri ? 

nabi dulu juga menjarah dan merampok,
tapi dikatakan seakan2 menjadi perbuatan mulia dan hak nabi untuk menjarah
lalu mengapa sekarang hal yg sama dilakukan AS, ummat harus mewek ? 
Ini namanya memahami secara salah, yang memang tujuannya demi menghujat caci maki sumpah serapah, plus fitnah, atau demi mencari pembenaran prilaku jahat dan bejat dari kelompok elu.
Begitulah memang tabiat coverun hipokritos islamophobia, kayak penyakit jiwa nyctophobia.
Memahami dalil dalam islam itu harus secara kontekstual dan konteksosial. Kalo dipahami secara sepotong rigit dan harafiah, maka akan menimbulkan pemahaman sesat seperti elu ini.
Awal mula ghanimah dalam sejarah Islam, diperoleh saat perang Badar. Perang Badar terjadi, lebih dekat ke Madinah, lebih jauh dari Mekkah.
Kekuatan pasukan Islam, 313 muslim, 8 pedang, 6 baju perang, 70 unta, 2 kuda.
Kekuatan pasukan Kafir Mekkah, 1000 kafirun, 600 persenjataan lengkap, 700 unta, 300 kuda.
Dalam perang Badar ini, pasukan Islam mengalahkan kafir. Harta yang diperoleh dari kemenangan itu, berupa senjata, unta dan kuda, itulah yang disebut ghanimah.
Ketika hendak kembali ke Madinah, maka turunlah Surah Al Anfal 41. Mengenai pembagian hasil (rampasan) perang Badar tesebut.
Begitu pula saat terjadi perang uhud, saat pasukan kafir lari meninggalkan pertempuran, mereka meninggalkan harta yang mereka bawa saat hendak berperang.
Jadi kalo melihat konteks sejarahnya, ghanimah, adanya kebiasaan Arab Jahiliyah membawa harta saat berperang. Jadi konteks sebenernya, ghanimah ini adalah harta yang diperoleh dari kancah pertempuran. Bukan kontek dalam arti melakukan penyerbuan, memasuki rumah penduduk dan melakukan perampokan dan perampasan seperti mana sering terjadi dan dilakukan oleh pasukan barbar masa baheula.
Jauh bedalah versus apa yang dilakuin AS sekarang.
Sebenernya, apa yang dilakui AS sekarang ini, bukan representatif dari rakyat AS, tapi tak lebih dari segelintir kapitalis yang “nguasai” oknum pemerintah agar membuat kebijakan yang menguntungkan para kapitalis.
You must be logged in to post a comment Login