Ngaku Jadi Korban Perampokan Ternyata Bohong, Sales Ini Ditangkap : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Ngaku Jadi Korban Perampokan Ternyata Bohong, Sales Ini Ditangkap : e-Kompas.ID News



BATAM – Polsek Nongsa yang di pimpin oleh Kapolsek Nongsa AKP Yudi Arvian yang didampingi Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, Kanit Reskrim Iptu Sofyan Rida menggelar ungkap kasus tindak pidana penggelapan dalam jabatan modus pecah kaca bertempat di Halaman Mapolsek Nongsa.

Kronologis kasus ini berawal pada Jumat 16 April 2021 sekira pukul 09.25 WIB. Korban selaku Kepala Kantor Daerah di salah satu perusahaan mendapat informasi melalui handpone dari Erik selaku sales dari perusahaan tersebut, bahwa mobil APV Silver milik perusahaan yang dikendarai oleh pelaku (YE) yang berisikan rokok dan kopi telah dicuri dengan cara pecah kaca di pinggir jalan seberang Rusun BPJS Kabil.

“Barang yang berada di dalam mobil tersebut berupa rokok berbagai merek diantarnya Union, Markopolo, Panama, Hero Bold dan Hero Gentle, sebanyak ± 900 bungkus sudah tidak ada lagi,” kata Yudi.

Baca juga:  Terjerat Utang Ratusan Juta, Kades di Klaten Gelapkan Mobil dan Gadaikan Tanah Desa

Akibat dari kejadian tersebut, pelapor selaku kepala kantor yang menjadi korban mengalami kerugian sebesar Rp13.800.000. Menerima adanya laporan ke Polsek Nongsa selanjutnya Tim Opsnal melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan pelaku (YE).

“Pada Rabu (1/9/21) sekira pukul 21.00 WIB, Tim Opsnal mendapat informasi dari sumber terpercaya bahwa YE berada dirumah nya di Kp Baru Sei Binti Kec. Sagulung, Kota Batam, kemudian langsung melakukan pengejaran dan berhasil diamankan,” ungkapnya.

Baca juga:  Polda Metro Tangkap Kakak Beradik Sindikat Penipuan hingga Rp29 Miliar

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku YE kemudian YE mengakui bahwa pencurian dengan modus pecah kaca tersebut tidak benar, akan tetapi barang-barang berupa rokok berbagai merek sebanyak ± 900 bungkus telah digelapkan oleh pelaku YE.

Dimana aksi itu dilakukan secara bertahap dimulai pada bulan Januari 2021 hingga bulan April 2021 yang mana rokok tersebut telah digunakan atau dihisap oleh pelaku dan di jual oleh pelaku.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 374 dan atau 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.

(wal)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *