Partai Golkar Lirik Bambang Pacul hingga Kapolda Maju Pilgub Jateng 2024 : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Partai Golkar Lirik Bambang Pacul hingga Kapolda Maju Pilgub Jateng 2024 : e-Kompas.ID News

[ad_1]

SEMARANG Partai Golkar melirik sejumlah tokoh yang disebut berpotensi dan layak didukung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah yang akan digelar November 2024.

Sejumlah nama itu tak hanya dari internal partai, namun termasuk politisi senior PDI Perjuangan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul hingga polisi aktif yakni Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

“Kalau internal ada Pak Panggah (Panggah Susanto anggota DPR RI – Ketua Golkar Jateng), Wihaji (Mantan Bupati Batang), Juliyatmono (Mantan Bupati Karanganyar, Anggota DPR RI terpilih 2024-2029), Pak Soleh, itu nanti wagub, kemudian ada Feri Wawan (Wakil Ketua DPRD Jateng),” ungkap Kepala DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Jateng – DIY, Iqbal Wibisono, melalui pesan kepada wartawan, Selasa 23 April 2024.

Sementara nama lain di luar internal, disebut Iqbal, yakni Hendrar Prihadi yang merupakan politisi PDI Perjuangan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang dan saat ini menjabat Kepala Lembaga Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah (LKPP) yang juga mantan Wali Kota Semarang, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Pacul.

“Eksternal ada Kapolda Jateng (Irjen Pol Ahmad Luthfi), Gus Yusuf (Ketua PKB Jawa Tengah), Pak Sudaryono (Ketua Gerindra Jateng),” sambungnya.

Secara khusus, Iqbal menilai Irjen Ahmad Luthfi sebagai sosok yang pantas memimpin Jawa Tengah, sebab sudah kenyang pengalaman memimpin Jawa Tengah. Popularitasnya juga dianggap sudah tak perlu diragukan lagi.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Irjen Ahmad Luthfi sendiri saat ini masih tercatat sebagai anggota Polri aktif dan baru akan pensiun pada November 2024 mendatang, saat itu genap berusia 58 tahun. Artinya saat pencalonan yakni di bulan Agustus, Irjen Luthfi belum pensiun.

Perihal itu, Iqbal menyebut itu sebagai konsekuensi dan ada yang harus dikorbankan.

“Itu konsekuensi pemimpin, hakikatnya pribadi yang dikorbankan, pemimpin adalah yang ditaatkan untuk kepentingan masyarakat, (kalau mau maju) berarti beliau harus mundur kan gitu, sebagai PNS seperti yang lain,” tandasnya.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID