“Tentang situasi yang berkembang di #WestPapua; Saya sangat prihatin atas laporan aksi militer oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat,” kata Rice di akun twitternya usai tautkan link penembakan di distrik Beoga, Puncak, Papua.
“Sangat sedih mendengar pernyataan tokoh-tokoh pemerintah Indonesia yang mengabaikan masalah hak asasi manusia.”
Oleh sebab itu ia mengatakan, Partai Hijau Australia menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk segera menarik semua pasukan tempur dari Papua Barat.
Pemerintah Indonesia juga harus mengizinkan akses tanpa batas ke PBB, dan pengamat hak asasi manusia yang independen lainnya secepat mungkin.
Selain itu ia mendesak kepada Pemerintah Australia agar tidak boleh bungkam saat [semua] ini terjadi.
“Partai Hijau menyerukan pemerintah kami [Australia] untuk berbicara untuk tetangga kami di Papua Barat, dan mengadvokasi hak asasi manusia untuk mencegah kekerasan dan hilangnya nyawa di Papua Barat.”
Pernyataan lain disampaikan Ralph Regenvanu, pemimpin oposisi Vanuatu yang mengutip pernyataan Ketua MRP, Bambang Soesatyo, “Tumpas habis dulu. Kita akan membahas masalah hak asasi manusia nanti.”
Pernyataan ini kata Ralph, walaupun sebelumnya lebih dari 80 negara meminta Komisaris Hak Asasi Manusia PBB untuk diizinkan melakukan kunjungan dan penilaian independen.
“Terima kasih Australian Greens atas sikap konsisten Anda @janet_rice.”
https://suarapapua.com/2021/04/30/pa…er-dari-papua/
Australia mulai ikut campur 

You must be logged in to post a comment Login