Saat ini, lima kapal perang dan satu helikopter, dengan lebih dari 400 personel, terlibat dalam operasi pencarian
Badung, Bali (ANTARA) – Tentara Indonesia (TNI) telah mengerahkan lima kapal perang dan satu helikopter untuk melakukan pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang dilaporkan hilang di perairan utara Pulau Bali, menurut juru bicara.
“Saat ini lima kapal perang dan satu helikopter, dengan lebih dari 400 personel, telah terlibat dalam operasi pencarian, sementara kapal perang KRI Rigel (933) yang pernah terlibat dalam pencarian pesawat Sriwijaya Air yang jatuh sedang dalam perjalanan ( ke perairan), ”kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad saat jumpa pers di Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai di Badung, Bali, Kamis.
Riad membenarkan kapal selam tersebut kehilangan kontak saat berada 60 mil dari Pulau Bali, Rabu (21/4).
Kontak terakhir dilakukan dengan KRI Nanggala-402 pada 16:25 waktu setempat ketika komandan satuan tugas latihan memberikan izin untuk menembak torpedo, menurut Riad.
Jenderal utama menyoroti beberapa temuan terkait kapal selam yang kehilangan kontak. Temuan pertama terkait tumpahan minyak di beberapa lokasi berbeda.
“Nanti kapal AL Bawean juga melaporkan (temuannya) tanpa menyebutkan lokasinya, sedangkan kapal perang Indonesia Raden Eddy Martadinata (REM) 331 juga melaporkan (temuannya) pada posisi 07 derajat, 51 menit 92 detik, lintang selatan, dan pada 114 derajat, 5 menit 77 detik, Bujur Timur, di daerah yang sama seluas hampir 150 m, ”tandasnya.
Temuan kedua terkait berita temuan minyak oleh KRI REM 331 yang mendeteksi pergerakan kapal selam di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot. Namun, kemudian kehilangan kontak, Riad mencatat.
“Kami tegaskan, temuan tidak cukup untuk mengidentifikasi kontak dengan kapal selam. Sekali lagi, saya tegaskan berbagai temuan tidak bisa dijadikan dasar,” tegasnya.
Kapal selam Indonesia KRI Nanggala-402, dengan 53 pelaut di kapal, menjadi tidak dapat dilacak di perairan utara Pulau Bali, seorang perwira tinggi militer mengkonfirmasi.
Kontak dengan kapal selam tipe 209/1300 dilaporkan hilang sekitar pukul 3 pagi waktu setempat pada hari Rabu ketika jaraknya sekitar 60 mil dari Bali.
“Pencarian kapal selam masih dilakukan,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.
Semua kapal, yang dilengkapi dengan perangkat bawah air, telah bergabung dalam pencarian untuk menemukan kapal selam serang diesel-listrik yang hilang, katanya.
Angkatan Laut Indonesia mencatat bahwa pihaknya kehilangan kontak dengan kapal selam tersebut, yang secara resmi dilantik pada tahun 1981, ketika sedang bersiap untuk mengikuti latihan torpedo yang dijadwalkan pada hari Kamis.
Sistem propulsi KRI Nanggala-402, yang dibangun di Howaldtswerke-Deutsche Werft Jerman, menggunakan motor listrik diesel kecepatan rendah dari Siemens, yang dihubungkan langsung ke poros baling-baling yang menghasilkan sekitar lima ribu tenaga kuda poros.
Tenaga listrik disimpan dalam baterai, yang merupakan 25 persen dari berat kapal, menurut angkatan laut. Empat mesin diesel supercharged MTU menghasilkan listrik di kapal.
Berita Terkait: Singapura, Malaysia menawarkan bantuan dalam pencarian TNI untuk kapal selam yang hilang
Berita Terkait: Tumpahan minyak terpantau pada posisi penyelaman awal KRI Nanggala-402: govt
Berita Terkait: Wakil Ketua DPR OK dengan keputusan angkatan laut untuk melibatkan angkatan laut asing
You must be logged in to post a comment Login