Tentara Israel mengangkat mayat yang diduga Yahya Sinwar. (Foto: times of Israel)
GAZA – Israel mengumumkan Pemimpin Tertinggi Hamas Yahywa Sinwar tewas dalam sebuah baku tembak. Kepastian itu didapatkan berdasarkan DNA dan pengujian lainnya.
Sebagian jari Sinwar diambil untuk pengujian cepat karena lokasi itu dipasangi jebakan. Jenazahnya dikeluarkan dan dibawa ke Israel pada hari Kamis sore. Dalam pernyataan bersama, tentara keamanan IDF dan Shin Bet mengatakan aktivitas militer Israel secara bertahap membatasi wilayah operasi Sinwar, yang akhirnya menyebabkan kematiannya.
Dikutip dari Time of Israel Pasukan Israel awalnya tidak tahu jika Sinwar telah tewas. Ini karena pengganti dari tidak menjadi sasaran langsung, dan pasukan baru menyadari bahwa salah satu dari tiga teroris yang tewas dalam insiden itu tampaknya adalah Sinwar ketika mereka memeriksa tempat kejadian pada Kamis pagi.
Sinwar, arsitek invasi Hamas dan pembantaian pada 7 Oktober di Israel selatan, tewas dalam baku tembak di Rafah, Gaza selatan, pada hari Rabu, kata Pasukan Pertahanan Israel dan badan keamanan Shin Bet.
Dia tidak menjadi sasaran langsung, dan pasukan baru menyadari bahwa salah satu dari tiga teroris yang tewas dalam insiden itu tampaknya adalah Sinwar ketika mereka memeriksa tempat kejadian pada Kamis pagi. Baku tembak terjadi saat Divisi ke-162 dan Divisi Gaza beroperasi di Gaza di daerah-daerah yang menurut intelijen menjadi tempat persembunyian para pejabat senior Hamas.
Dalam baku tembak, tiga anggota Hamas itu terlihat, ditembaki, dan terluka. Dua orang menuju ke satu gedung dan yang ketiga, ternyata adalah Sinwar, masuk ke gedung lain, kata militer. Dua anggota lainnya tampaknya adalah pengawal Sinwar dan telah bergerak di depannya, membuka jalan baginya.
You must be logged in to post a comment Login