SETIAP ibu tentunya berharap anak-anaknya tumbuh sehat dan aktif. Namun tak semua orang bisa dikaruniai anak yang sehat, karena disertai dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi.
Seperti halnya dengan kisah Sunara, seorang ibu yang melahirkan putranya secara prematur dan disertai penyakit epilepsi. Epilepsi merupakan sebuah kondisi gangguan ketika aktivitas sel saraf di otak terganggu dan menyebabkan kejang. Putranya bernama Reza kini sudah berusia 14 tahun dan masih berjuang melawan penyakit tersebut.
Seharusnya anak seusia Reza yang sudah pergi mengemban pendidikan ke sekolah dan aktif bermain dengan teman sebaya. Namun hati Sunara begitu hancur melihat putranya yang hanya mampu terbaring kaku di atas kasur setiap harinya.
Bahkan ia tak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya meninggal nanti. Dia selalu terpikirkan siapa yang akan merawat Reza nantinya.
“Saya nggak bisa bayangkan mbak, kalau nanti saya sudah meninggal siapa yang mau merawat anak saya,” kata Sunara.
Perjuangan Sunara dalam merawat putranya sudah belasan tahun lamanya. Dia harus berjuang seorang diri untuk merawat Reza, sebab suaminya telah lama meninggal dunia. Dirinya semakin terpukul lantaran tak bisa membawa Reza untuk pergi berobat.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan ekonomi dan fasilitas kesehatan yang jauh dari tempat tinggalnya.
Ibu mana yang tak hancur setiap melihat sang buah hati tercinta harus melawan kejang yang bertubi. Tiap hari Sunara hanya bisa memandang sedih wajah anaknya, sembari mengucap dalam hati
“Nak, maafin ibu ya, selama ini masih belum bisa bawa Reza berobat,” kata Sunara.
Untuk mencukupi kebutuhan harian, Sunara hanya membuka usaha warung kecil-kecilan di depan rumahnya dengan hanya mendapatkan keuntungan sekitar 20 ribu per hari. Padahal biaya pengobatan untuk Reza tidaklah sedikit.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya
Sempat terbesit di benaknya untuk mencari kerja di luar kota. Namun apa daya, ia tidak bisa membawa Reza dan kalau pun ditinggal, siapa yang akan merawatnya?
Dia ketahui sendiri bahwa kondisi Reza tak bisa ditinggal sendirian, bahkan tak jarang Sunara harus menggendong anaknya sembari berjualan demi bisa membawa anaknya berobat.
Sunara memiliki harapan yang besar untuk dapat melihat Reza tumbuh seperti anak seusianya dan memeluk erat dirinya. Harapan yang sederhana, namun dirinya tak bisa menggapainya karena keterbatasan ekonomi.
You must be logged in to post a comment Login