Perusahaan Rekrut Calon Karyawan Pakai Teknologi AI, Pencari Kerja Ketar-Ketir : e-Kompas.ID Edukasi - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Perusahaan Rekrut Calon Karyawan Pakai Teknologi AI, Pencari Kerja Ketar-Ketir : e-Kompas.ID Edukasi

[ad_1]

JAKARTA – Kecerdasan buatan (AI) sudah mulai digunakan di berbagai bidang kehidupan, termasuk saat perusahaan merekrut para pekerja atau calon karyawan baru. Di AS, perusahaan di sana sudah mulai menggunakan AI untuk mencari pekerja yang mereka inginkan.

Satu survei baru-baru ini mengidentifikasi bahwa 96% pekerja sedang mencari posisi baru. Dan 40% pencari kerja lainnya ingin pindah pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. 

 BACA JUGA:

Pencari Kerja Khawatir

Dilansir dari Science Times, Sabtu (19/8/2023), ketakutan pencari kerja bergema dalam sebuah studi dari Pew Research Center, yang melihat pandangan orang Amerika tentang penggunaan AI dalam proses perekrutan. Sudah, sekitar 83% pemberi kerja, termasuk 99% perusahaan Fortune 500, menggunakan beberapa bentuk alat otomatis sebagai bagian dari proses perekrutan mereka. Salah satunya sistem pelacakan pelamar (ATS), yaitu perangkat lunak yang memungkinkan penanganan kebutuhan rekrutmen dan perekrutan secara elektronik.

 BACA JUGA:

Bias semacam ini merupakan inti ketakutan pelamar kerja tentang penggunaan AI dalam proses perekrutan. Penelitian Pew menemukan bahwa 71% orang Amerika menentang AI membuat keputusan perekrutan akhir, hanya 7% yang mendukungnya, dan 22% tidak yakin. 


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Pemburu pekerjaan yang cerdas sudah tahu bahwa salah satu cara terbaik untuk melewati layar awal adalah memastikan bahwa mereka memasukkan kata kunci ke dalam resume mereka yang cocok dengan deskripsi pekerjaan dari peran yang mereka lamar. Namun sekarang, pelamar kerja mengambil langkah lebih jauh, dengan melakukan peretasan yang disebut “font putih”.

 BACA JUGA:

Ini melibatkan penambahan kata kunci yang relevan atau deskripsi pekerjaan lengkap ke dalam resume dan kemudian mengubah warna font menjadi putih. AI masih dapat membacanya, tetapi mata manusia cenderung tidak melihat teks putih “rahasia”, karena menyatu.

Pada akhirnya, Anda harus memiliki pengalaman kerja dan resume yang benar-benar asli. Membuang-buang waktu perekrut melalui peretasan font putih tidak akan membuat perusahaan tertarik.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID