JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), telah memblokir sebanyak 5.000 rekeking yang terdeteksi melakukan transaksi untuk judi online (judol).
Koordinator Kelompok Humas PPATK, Natsir Kongah mengungkap, pemblokiran ribuan rekening itu dilakukan selama periode Januari hingga Mei 2024.
“Itu terus meningkat ya, sampai sejauh ini sudah ada 5 ribu rekening yang kita blokir,” kata Natsir Kongah dalam podcast polemik trijaya bertajuk ‘mati melarat karena judi’, Sabtu (15/6/2024).
Natsir menegaskan, undang-undang memperbolehkan PPATK untuk melakukan pemblokiran rekening yang terindikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Secara umum ya itu tidak ada keberatan, jadi undang-undang mengatur bahwa PPATK bisa memblokir rekening yang terindikasi tindak pidana pencucian uang 5 hari plus 15 hari, nah setelah itu blokir itu bisa ditindaklanjuti oleh penyidik,” katanya.
Sejauh ini, kata Natsir, para pemilik rekening tidak ada yang mengajukan keberatan atas pemblokiran tersebut.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya
Follow WhatsApp Channel e-Kompas.ID untuk update berita terbaru setiap hari


You must be logged in to post a comment Login