Sambut 2022, BPOM Masih Punya PR Terbitkan EUA Vaksin Booster : e-Kompas.ID Tren - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Sambut 2022, BPOM Masih Punya PR Terbitkan EUA Vaksin Booster : e-Kompas.ID Tren



PANDEMI Covid-19 yang belum berakhir dalam waktu dekat memang membuat kita harus tetap waspada. Apalagi, saat ini varian omicron sudah terpantau masuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah pun berencana untuk memberikan vaksin ketiga atau vaksin booster agar antibodi yang sempat melemah dapat kembali ditingkatkan. Pasalnya, apapun vaksin yang digunakan, antibodi di tubuh manusia akan mengalami penurunan setelah 6 bulan atau lebih.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan, pada 2022 tantangan yang harus dihadapi adalah menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat untuk vaksinasi booster Covid-19.

“Kami perlu melaporkan bahwa Badan POM telah berproses untuk segera mengeluarkan EUA untuk beberapa vaksin booster yang akan direncanakan pemerintah. Semuanya sedang berproses dan mudah-mudahan dalam waktu dekat datanya sudah lengkap dan segera bisa keluar,” ucap Penny.

Adapun beberapa vaksin Covid-19 yang menjadi calon booster yakni Pfizer, AstraZeneca, CoronaVac, Zivifax. Selain mengawal penerbitan EUA vaksin booster, Badan POM juga terus memantau perkembangan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.

Ada dua jenis vaksin Covid-19 dalam negeri, yaitu vaksin Merah Putih kerjasama PT. Biotis dan UNAIR dan Baylor College Medicine (BCM) kerjasama Bio Farma dengan BCM.

“Untuk vaksin Merah Putih sekarang dalam tahap produksi untuk produk uji kliniknya. Jadi akan segera melakukan uji klinik fase satu. Sementara BCM sudah masuk uji klinik fase satu dengan harapan semua proses dan data berjalan baik. Targetnya akan selesai Juni dan Juli sehingga bisa dilakukan pada semester kedua 2022,” katanya.

Menurutnya, sepanjang pandemi ini BPOM telah menerbitkan EUA untuk 11 vaksin Covid-19 dan juga 3 jenis obat terapi Covid-19. Dan sedang berjalan juga obat-obat baru untuk terapi Covid-19.

Penny menjelaskan bahwa Badan POM tidak sendirian dalam menerbitkan EUA terkait vaksin dan obat terapi Covid-19, namun banyak didukung dari para ahli, para expert di bidangnya masing-masing. Fungsinya adalah untuk memastikan mutu, keamanan, dan khasiat namun dengan percepatan yang harus diberikan Badan POM.

Selain penerbitan EUA, Badan POM terus mengawal dan melakukan pengawasan terhadap vaksin dan obat-obatan yang beredar sepanjang 2021. Tak lupa, Penny juga mengatakan bahwa pihaknya juga terus memantau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)yang mungkin saja bisa terjadi dari proses vaksinasi Covid-19.

“Badan POM juga terus melakukan pengawasan obat dan vaksin di peredaran dan merespon KIPI bersama Kementerian Kesehatan, Komnas dan Komda KIPI,” tuntasnya.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *