Setelah Hina Indonesia, TV Korea Selatan Lecehkan Atletnya Sendiri : e-Kompas.ID Sports - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Setelah Hina Indonesia, TV Korea Selatan Lecehkan Atletnya Sendiri : e-Kompas.ID Sports


TOKYO – Stasiun televisi Korea Selatan, MBC kembali menjadi sorotan usai memberitakan pencapaian atlet mereka di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Isi berita tersebut seakan mengejek atlet mereka sendiri yakni Judoka Ang Chang Rim yang meraih medali perunggu di ajang kali ini.

Dalam siarannya, penyiar MBC seakan mengisyaratkan medali perunggu An Chang Rim merupakan hasil yang mengecewakan. An Chang Rim sendiri meraih medali perunggu usai mengalahan judoka asal Azerbaijan, Rustam Orijov.

 

“Ini bukan medali yang kita inginkan, tapi saya pikir kita akan cukup puas atas keringat dan air mata yang dicurahkan para atlet kita selama 5 tahun terakhir,” ucap penyiar MBC dikutip dari Huffingtonpst, Kamis (29/7/2021).

Pernyataan penyiar MBC itu kemudian ditanggapi langsung oleh pelatih timnas putri judo Korea Selatan, Jo Jun Ho yang kebetulan sedang menjadi komentator. Ia menegaskan kalau perolehan medali perunggu tetap menjadi pencapaian yang berharga.

Baca juga: Bangga! Sepeda Buatan Indonesia Dipakai Atlet Olimpiade Tokyo 2020

“Medali perunggu ini adalah hadiah yang berharga,” tutur Jo Jun Ho.

Sekadar diketahui, stasiun televisi MBC milik Korea Selatan bukan kali ini saja menjadi sorotan. Sebelumnya, mereka juga dikecam usai membuat heboh dunia karena menghina sejumlah negara, termasuk Indonesia di acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

Hal itu terjadi saat MBC menyiarkan upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 dan menyebabkan kontroversi atas pemutaran yang tidak pantas seperti menyisipkan gambar kecelakaan nuklir Chernobyl saat kontingen Ukraina tampil.

Lalu MBC juga memberikan informasi tentang pembunuhan presiden saat memperkenalkan Haiti, dan menyebut Bitcoin saat memperkenalkan El Salvador di negara tersebut. Lalu ketika kontingen Indonesia sedang diperkenalkan, MBC juga membahas hal lain yang tak ada hubungannya dengan olahraga.

 

Mereka justru menjelaskan Indonesia sebagai negara terpadat keempat di dunia tapi memiliki Gross Domestic Product (GDP) yang rendah. Tak hanya itu, MBC juga membahas masalah vaksinasi di Indonesia yang masih terbilang rendah.

Bahasan yang bukan olahraga dan justru seperti menghina negara peserta Olimpiade itulah yang membuat MBC mendapatkan kritikan dari berbagai negara di belahan dunia.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *